LTolitoli, 16 Mei 2026 — Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis desa, kegiatan panen jagung yang dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Buana Mekar di Desa Pagaitan, Kecamatan Ogodeide, menjadi potret nyata sinergi antara masyarakat dan aparat pembina.
Bhabinkamtibmas Desa Pagaitan, Aipda Roman, melaporkan bahwa panen dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026, di atas lahan seluas 0,5 hektare. Jagung yang ditanam sejak 28 Januari 2026 itu berhasil dipanen dengan total produksi mencapai 1,7 ton.
Secara deskriptif, capaian ini menunjukkan produktivitas sekitar 3,4 ton per hektare, angka yang cukup representatif untuk skala pertanian rakyat dengan pola budidaya sederhana. Dalam perspektif ilmiah populer, produktivitas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kesesuaian waktu tanam, kondisi agroklimat, serta pola pendampingan yang konsisten.
Lahan tersebut merupakan milik Fransiskus Loi, anggota Poktan Buana Mekar yang juga menjadi binaan Polri melalui peran Bhabinkamtibmas. Pendekatan pembinaan ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Secara naratif, proses tanam hingga panen mencerminkan kerja kolektif yang berkesinambungan. Dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman, seluruh tahapan dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok tani. Kehadiran aparat sebagai pembina turut memberikan motivasi dan stabilitas sosial di tingkat desa.

Dari sisi human interest, keberhasilan panen ini bukan sekadar angka produksi. Bagi Fransiskus Loi dan anggota kelompok tani lainnya, hasil 1,7 ton jagung menjadi simbol harapan, bahwa lahan kecil pun mampu memberikan nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Di tengah tantangan harga pupuk dan perubahan cuaca, panen ini menjadi energi baru bagi petani untuk terus bertahan dan berkembang.
Pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas juga memperlihatkan model kolaborasi yang adaptif, di mana aparat tidak hanya hadir dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan desa.
(Lw.id)
