Lenterawayracana.id | TOLITOLI — Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah titik wilayah Kabupaten Tolitoli, Jumat pagi (29/5/2026). Sejak pukul 07.00 WITA, aparatur pemerintah daerah bersama personel lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung melaksanakan kerja bakti serentak dalam program “JUM’AT ASRI” sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun Satpol PP Sulawesi Tengah Tahun 2026.

Di tengah hiruk aktivitas pembersihan, suara mesin mobil sampah yang hilir mudik mengangkut tumpukan dedaunan, ranting pohon, dan limbah lingkungan menjadi simbol konkret hadirnya gerakan kolektif menuju tata kota yang lebih sehat dan beradab. Kegiatan itu tidak sekadar dimaknai sebagai rutinitas kebersihan, melainkan representasi kesadaran sosial tentang pentingnya ekologi perkotaan dalam menopang kualitas hidup masyarakat.

Sektor Satpol PP Tolitoli dipusatkan di sekitar Kantor Satpol PP dan dipimpin langsung Sekretaris Satpol PP Tolitoli Budi Dharma, S.Sos., didampingi Kabid Pemerintahan Satpol PP Efri Yahya Pettadjani, SH., MH., bersama seluruh anggota. Dengan mengenakan pakaian lapangan, para personel tampak menyisir area perkantoran, membersihkan drainase, memangkas rumput liar, hingga mengangkut sampah ke armada pengangkut yang telah disiapkan.

Kehadiran mobil sampah dalam kegiatan tersebut menjadi elemen penting yang memperlihatkan bahwa penanganan kebersihan membutuhkan sinergi antara kesadaran manusia dan dukungan sistem teknis yang memadai. Dalam perspektif tata kelola lingkungan modern, efektivitas kebersihan kota tidak hanya ditentukan oleh kerja fisik masyarakat, tetapi juga kesiapan sarana pendukung yang mampu mempercepat proses penanganan limbah.

Sementara itu, sektor Dinas Pendidikan dipimpin langsung Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tolitoli Muhammad Dzikron, SH., M.Si., bersama jajaran pegawai yang melaksanakan kerja bakti di sekitar lingkungan kantor dinas. Nuansa kebersamaan tampak kuat ketika ASN dan staf bekerja tanpa sekat jabatan, membangun interaksi sosial yang lebih egaliter melalui aktivitas kolektif.
Di sektor Dinas Perindustrian, Kepala Dinas Perindustrian Ridwan, SH., turut memimpin langsung pembersihan lingkungan bersama para pegawai. Sedangkan sektor Dinas Kominfo Tolitoli dipimpin Kabid Kominfo tolitoli Fachmi, SE., bersama anggota yang juga terlibat aktif dalam gerakan kebersihan serentak tersebut.


Secara akademik, budaya gotong royong yang ditampilkan dalam program “JUM’AT ASRI” merupakan modal sosial yang memiliki nilai strategis dalam pembangunan daerah. Modal sosial itu tercermin dari kemampuan masyarakat dan aparatur pemerintah membangun kolaborasi, solidaritas, serta rasa memiliki terhadap ruang publik yang digunakan bersama.
Momentum tersebut juga memperlihatkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar dan anggaran tinggi. Dalam banyak teori pembangunan sosial, perubahan peradaban justru lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, termasuk menjaga kebersihan lingkungan secara kolektif.
Di sela-sela kegiatan, suasana humanis tampak ketika para pegawai saling membantu mengangkat sampah, berbagi alat kebersihan, hingga bercengkerama ringan di tengah aktivitas kerja bakti. Nilai-nilai sederhana seperti itu menjadi energi sosial yang memperkuat hubungan antarpegawai sekaligus membangun kultur birokrasi yang lebih harmonis.
Kegiatan “JUM’AT ASRI” akhirnya bukan hanya menjadi seremoni menyambut HUT Satpol PP Sulawesi Tengah Tahun 2026, tetapi juga menjadi pesan moral bahwa kota yang bersih lahir dari kesadaran bersama, disiplin kolektif, dan kepedulian sosial yang terus dirawat.
Selanjutnya,simak hasil wawancara lapangan bersama Bupati Tolitoli dengan Reporter LPP RRI Tolitoli Sardono bersama Syamsu Alam dari Lentera Wayracana TV yang turut melakukan peliputan di sejumlah titik kegiatan.
(LW id)
