LENTERAWAYRACANA.ID | Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASWIN kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas intelektual dan profesionalisme insan pers melalui Pelatihan Intensif Investigasi bertajuk “Zoom Nasional Investigasi” yang diselenggarakan secara virtual pada 14 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar strategis organisasi dalam membangun sumber daya manusia jurnalistik yang tidak hanya memiliki kecakapan teknis investigatif, tetapi juga berintegritas, berorientasi etik, serta memiliki kesadaran hukum yang kuat dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah dinamika demokrasi modern.

Pelatihan nasional itu diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri atas unsur Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ASWIN dari berbagai provinsi di Indonesia, peserta umum, serta perwakilan dari berbagai media, termasuk Lentera Wayracana Media (lenterawayracana.id) yang turut ambil bagian dalam kegiatan peningkatan kapasitas jurnalistik tersebut.

Untuk memperkaya perspektif peserta, DPP ASWIN menghadirkan dua narasumber dengan kompetensi multidisipliner. Kolonel CPM TNI AD Taryani membawakan materi mengenai tata kelola lapangan dalam praktik jurnalisme investigatif, khususnya terkait aspek kedisiplinan, mitigasi risiko, dan pola observasi faktual di lapangan.

Sementara itu, Bagas Pemenang Nugroho, SH., MH mengupas dimensi yuridis investigasi jurnalistik melalui pemaparan mengenai landasan hukum, batasan etik, serta legitimasi profesi pers dalam menjalankan fungsi pencarian fakta secara objektif dan bertanggung jawab.


Ketua Umum ASWIN, Irno Budi Kiswoyo, SE., MH dalam sambutannya menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM jurnalistik merupakan kebutuhan fundamental di era disrupsi informasi yang ditandai oleh percepatan arus digital, polarisasi opini publik, dan masifnya penyebaran disinformasi.
Menurutnya, jurnalis investigasi tidak cukup hanya memiliki keberanian dalam mengungkap fakta, melainkan juga harus dibekali ketajaman analisis, kecerdasan etik, serta legitimasi hukum agar setiap produk jurnalistik tetap berada dalam koridor profesionalisme pers.
“Investigasi jurnalistik membutuhkan integritas moral, disiplin verifikasi, dan kemampuan membaca realitas sosial secara komprehensif. Karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi agenda yang tidak dapat ditawar,” ujarnya.
Irno turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Ia juga memberikan penghargaan kepada Fransiskus P. Liwun, S.Pd., S.Sos selaku Sekretaris Jenderal ASWIN dan Hambali sebagai Ketua Investigasi DPP ASWIN atas kontribusi mereka dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif. Selain memperluas pemahaman teknis investigasi, peserta juga diajak memahami urgensi menjaga independensi pers di tengah kompleksitas tantangan jurnalistik kontemporer.
Kegiatan ini sekaligus merefleksikan upaya ASWIN dalam membangun kultur jurnalistik yang berbasis kompetensi, integritas, dan intelektualitas, sehingga insan pers tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga agen pencerahan publik yang mampu menghadirkan narasi faktual, berimbang, dan konstruktif bagi masyarakat.
Sumber: aswinnews.com
(LW.ID)
