LENTERAWAYRACANA.ID | TOLITOLI – Upaya meningkatkan penerimaan daerah tidak hanya dilakukan melalui mekanisme administratif, tetapi juga melalui inovasi pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tolitoli dengan melaksanakan program jemput bola pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Rabu (3/6/2026).
Dipimpin langsung Kepala Bapenda Kabupaten Tolitoli, Hasdono, S.STP., M.Si., bersama tim pelayanan, kegiatan tersebut menyasar sejumlah wajib pajak, khususnya pemilik toko bangunan, dan pelaku usaha lainnya yang memiliki objek pajak PBB.
Dalam kegiatan itu, Bapenda membawa perangkat pelayanan berbasis sistem Pakkaarla yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran pajak secara langsung di lokasi usaha tanpa harus datang ke kantor pelayanan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi penerimaan PBB sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memenuhi kewajiban perpajakan.
Menurut Hasdono, pendekatan jemput bola dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak yang selama ini terkendala waktu karena harus menjalankan aktivitas usaha sehari-hari.
“Kami hadir untuk melayani masyarakat. Banyak wajib pajak memiliki beberapa bidang tanah dan bangunan yang menjadi objek pajak. Dengan pelayanan langsung di lokasi, mereka dapat menyelesaikan kewajiban pajaknya secara keseluruhan tanpa harus meninggalkan usahanya dalam waktu yang lama,” ujarnya.
Dalam wawancara di sela-sela kegiatan pelayanan lapangan, Hasdono menjelaskan bahwa metode jemput bola merupakan bagian dari upaya Bapenda dalam memaksimalkan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sekaligus menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat.

Secara deskriptif, pelayanan jemput bola menunjukkan transformasi paradigma pelayanan publik dari yang sebelumnya menunggu masyarakat datang, menjadi pelayanan yang aktif mendatangi masyarakat. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Dari sisi human interest, sejumlah pelaku usaha mengaku terbantu dengan kehadiran petugas Bapenda di lokasi usaha mereka. Selain menghemat waktu, proses pembayaran juga berlangsung cepat karena didukung sistem digital yang terintegrasi. Para wajib pajak tidak perlu lagi meninggalkan toko atau tempat usaha dalam waktu lama untuk menyelesaikan kewajiban perpajakannya.
Dalam perspektif pembangunan daerah, pajak merupakan instrumen penting untuk mendukung pembiayaan berbagai program pemerintah. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak menjadi salah satu indikator partisipasi warga dalam pembangunan.
Melalui program jemput bola ini, Bapenda Kabupaten Tolitoli berharap target penerimaan PBB Tahun 2026 dapat tercapai secara optimal, sekaligus membangun budaya sadar pajak yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Selengkapnya, simak hasil wawancara Kepala Bapenda Kabupaten Tolitoli, Hasdono, S.STP., M.Si., yang dilakukan di sela-sela kegiatan pelayanan lapangan bersama Reporter LPP RRI Tolitoli Sardono dan Syamsu Alam dari Lentera Wayracana TV dalam video yang telah disiapkan.
(LW.ID)
