LENTERAWAYRACANA.ID | PINRANG — Atmosfer religius yang sarat haru dan rasa syukur menyelimuti Masjid Agung Al-Munawwir Pinrang saat Pemerintah Kabupaten Pinrang secara resmi menerima kepulangan 130 jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 16 Embarkasi Ujung Pandang (UPG), Sabtu (13/6).

Momentum kepulangan para dhuyufurrahman tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penyambutan, melainkan juga menghadirkan refleksi spiritual bagi masyarakat setelah para jamaah menuntaskan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pinrang, H. Idris Muhammad, dalam laporannya mengungkapkan bahwa total jamaah dalam Kloter 16 berjumlah 130 orang. Namun, di tengah rasa syukur atas kepulangan jamaah, terselip duka mendalam atas wafatnya salah seorang jamaah, Hj. I Saida Lantu, usai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Selain itu, seorang jamaah asal Kloter 8 turut dipulangkan bersama rombongan Kloter 16 setelah sebelumnya menjalani perawatan pasca operasi di Arab Saudi sehingga tidak memungkinkan kembali bersama kelompok asalnya.
Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Sekretaris Daerah A. Calo Kerrang yang mewakili Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas kelancaran proses ibadah hingga pemulangan jamaah ke tanah air.

Menurutnya, ibadah haji bukan hanya manifestasi penghambaan spiritual kepada Allah SWT, tetapi juga proses transformasi moral dan sosial yang diharapkan mampu menghadirkan keteladanan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kami bersyukur seluruh jamaah dapat kembali dengan selamat. Semoga predikat haji dan hajjah mabrur benar-benar teraktualisasi dalam kehidupan sosial, menjadi teladan moral, serta memperkuat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ungkap A. Calo Kerrang.
Di tengah suasana penuh kebahagiaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah Hj. I Saida Lantu agar seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
Lebih lanjut, A. Calo Kerrang menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur penyelenggara haji, mulai dari jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pinrang, petugas pendamping, tenaga kesehatan, hingga seluruh pihak yang telah memastikan seluruh tahapan pelayanan jamaah berjalan optimal dan humanis.
Ia menilai, pengalaman spiritual yang diperoleh jamaah selama berada di Tanah Suci diharapkan tidak berhenti pada dimensi personal semata, tetapi mampu bertransformasi menjadi energi sosial yang memperkuat harmoni kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran para jamaah haji di tengah masyarakat memiliki posisi strategis sebagai agen keteladanan dalam membangun kultur sosial yang religius, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kebersamaan.
Dengan demikian, esensi ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan ritual, tetapi juga sebagai medium pembentukan karakter, penguatan solidaritas sosial, serta aktualisasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
(MAMAD)
