LENTERAWAYRACANA.ID | Tolitoli – Jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Tolitoli melalui piket Samapta Regu II melaksanakan penanganan terhadap seorang warga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan beberapa kali terlihat berada di ruang publik, sehingga memerlukan perhatian bersama dari unsur keluarga maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh AIPTU Max R. M. Dille bersama personel piket Samapta Regu II. Menindaklanjuti informasi dari masyarakat, petugas melakukan langkah pengamanan secara persuasif dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi yang tenang, serta tanpa tindakan yang berpotensi menimbulkan tekanan berlebihan.
Dalam proses di lapangan, petugas memastikan situasi tetap kondusif serta mengutamakan keselamatan semua pihak, baik yang bersangkutan maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Pendekatan yang digunakan bersifat dialogis dan berhati-hati, sejalan dengan prinsip pelayanan kepolisian yang humanis.
Secara umum, kondisi orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) yang berada di ruang publik merupakan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian lintas elemen, termasuk keluarga, lingkungan, serta dukungan layanan kesehatan dan sosial. Pendekatan yang tepat menjadi penting agar penanganan dapat berjalan seimbang antara aspek kemanusiaan, ketertiban umum, dan perlindungan individu.
Setelah situasi dinyatakan aman, petugas kemudian mengantarkan yang bersangkutan kembali ke kediamannya di Desa Buntuna. Di lokasi tersebut, petugas menyampaikan imbauan secara persuasif kepada pihak keluarga agar tetap memberikan perhatian dan pengawasan sesuai kondisi yang ada, serta membuka ruang komunikasi dengan pihak terkait apabila dibutuhkan penanganan lebih lanjut.
Langkah ini mencerminkan upaya kepolisian dalam menjalankan tugas tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari sistem sosial yang berperan dalam mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus.


Masyarakat di sekitar lokasi menyambut baik langkah cepat aparat kepolisian yang dinilai mampu menjaga situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan eskalasi permasalahan di lapangan.
Dengan pendekatan yang seimbang antara aspek keamanan dan kemanusiaan, penanganan ini menjadi gambaran kolaborasi sosial yang diharapkan terus terjalin antara aparat, keluarga, dan masyarakat.
Sumber: Piket Samapta Regu II Polsek jajaran Polres Tolitoli.
(LW.id)
