LenteraWayracana.id | TOLITOLI — Langit pagi Sabtu, 27 Juni 2026, seolah menjadi saksi atas sebuah pengabdian yang melampaui batas rutinitas kedinasan. Di penghujung rangkaian Bakti Sosial Polsek Baolan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Bhabinkamtibmas Kelurahan Baru, BRIGPOL Ni Nyoman Krisda Yuliani, menutup kegiatan hari kesembilan dengan menyalurkan bantuan sosial kepada warga binaannya.

Ada sesuatu yang berbeda dalam momentum tersebut. Di balik seragam yang dikenakannya, BRIGPOL Ni Nyoman Krisda Yuliani tetap melaksanakan tugas pengabdian meskipun sedang menjalani masa kehamilan. Kehadirannya di tengah masyarakat bukan hanya menjadi simbol tugas kepolisian, tetapi juga menghadirkan pesan tentang dedikasi, ketulusan, dan semangat pelayanan.

Program bantuan sosial yang telah berlangsung selama sembilan hari menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Polsek Baolan kepada masyarakat. Sebelumnya, bantuan tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Kapolsek Baolan IPTU Samir Muhammad, S.H., M.H., kepada seluruh Bhabinkamtibmas untuk kemudian disalurkan kepada warga di wilayah binaan masing-masing.

Di Kelurahan Baru, langkah BRIGPOL Krisda menyusuri rumah-rumah warga menghadirkan pemandangan yang sarat makna kemanusiaan. Bantuan beras yang diserahkan memang sederhana secara material, namun memiliki dimensi sosial yang jauh lebih luas. Di tangan seorang Bhabinkamtibmas, bantuan itu berubah menjadi simbol kehadiran negara dan kepedulian institusi.

Secara sosiologis, pengabdian aparat kepolisian yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat membangun apa yang dalam ilmu sosial disebut sebagai modal sosial (social capital). Kepercayaan publik tidak lahir semata-mata melalui kewenangan hukum, melainkan melalui empati, kedekatan, dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat.


Di balik langkah seorang polisi wanita yang tengah mengandung, tersimpan narasi tentang keteguhan dan pengabdian. Kehamilan yang dijalani tidak menjadi penghalang untuk tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut menghadirkan dimensi human interest yang kuat, karena publik tidak hanya melihat seragam kepolisian, tetapi juga sosok seorang ibu yang tetap mengabdikan diri.
Secara filosofis, pengabdian sering kali tidak diukur dari seberapa besar tugas yang dijalankan, melainkan dari ketulusan hati dalam melaksanakannya. Dalam langkah-langkah kecil menuju rumah warga, terdapat nilai kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan statistik maupun angka.
Di tengah perubahan paradigma kepolisian modern, kehadiran polisi yang humanis menjadi kebutuhan sosial yang semakin penting. BRIGPOL Ni Nyoman Krisda Yuliani memperlihatkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga tentang menjaga hubungan sosial dan merawat harapan masyarakat.
Hari kesembilan sekaligus menjadi penutup rangkaian Bakti Sosial Polsek Baolan menjelang Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026. Program tersebut bukan sekadar distribusi bantuan, melainkan ikhtiar membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.
Di Kelurahan Baru, pengabdian itu meninggalkan pesan sederhana namun mendalam: bahwa dedikasi tidak mengenal batas, dan kepedulian selalu menemukan jalannya. Di balik seragam Bhayangkara dan di balik seorang calon ibu, terdapat semangat pengabdian yang terus menyala untuk masyarakat.
( LW.id )

