TOLITOLI, LENTERAWAYRACANA.ID – Kabupaten Tolitoli bersiap mencatat sejarah baru sebagai tuan rumah Festival Seni Qasidah XXX Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan progres persiapan mencapai 90 persen, panitia pelaksana mulai memantapkan berbagai aspek penyelenggaraan untuk menghadirkan perhelatan seni Islami yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berdampak bagi kebudayaan dan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Umum DPD LASQI Kabupaten Tolitoli, Aswad, S.Ag., M.Pd.I., mengungkapkan bahwa kesiapan teknis yang dikerjakan bersama jajaran panitia telah memasuki tahap akhir. Sejumlah fasilitas utama, mulai dari panggung utama hingga tribun tamu kehormatan, telah berdiri dan memasuki proses penyempurnaan.
“Alhamdulillah, persiapan sudah mencapai kurang lebih 90 persen. Sarana dan prasarana mulai terpasang. Kami terus melakukan pembenahan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” ujar Aswad.
Festival Qasidah Jadi Panggung Budaya dan Penggerak Ekonomi
Tidak sekadar menjadi arena kompetisi seni religi, festival tahun ini juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan ekonomi lokal. Panitia menghadirkan stan kuliner khas daerah yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melalui kolaborasi DPD LASQI dengan Gerakan Ekonomi Kreatif (GEKRAFS) Kabupaten Tolitoli.
Keterlibatan UMKM menjadi nilai tambah penyelenggaraan. Panggung seni diharapkan beriringan dengan tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus membuka kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.

Dari sisi kelembagaan, Aswad mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli, baik melalui fasilitasi, pendanaan maupun keterlibatan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kepanitiaan. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi suksesnya agenda berskala provinsi.
Kontingen Mulai Berdatangan, Target Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi
Kesiapan pelayanan peserta juga mulai diwujudkan melalui mekanisme penyambutan dan registrasi kontingen. Kontingen pertama dari Kota Palu bahkan telah tiba di Tolitoli dengan kekuatan 60 orang.
Festival ini akan mempertandingkan empat cabang, yakni Qasidah Rebana Klasik, Bintang Vokalis (Bivo), Nasyid, dan Fashion Show, dengan sejumlah kategori berdasarkan usia dan jenis peserta.
Bagi Tolitoli, menjadi tuan rumah bukan semata-mata persoalan membangun panggung dan menyediakan fasilitas. Lebih dari itu, kesempatan ini merupakan ujian kapasitas daerah dalam mengelola agenda kebudayaan, memperkuat persaudaraan antardaerah, sekaligus menampilkan identitas lokal di hadapan masyarakat Sulawesi Tengah.
Aswad menegaskan, panitia menargetkan dua capaian utama, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Ia juga mengajak masyarakat untuk hadir, menyaksikan perlombaan, serta mendukung para pelaku UMKM.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Tolitoli mampu menjadi tuan rumah yang baik, ramah, dan membanggakan bagi kontingen dari 13 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Festival Seni Qasidah XXX diharapkan menjadi lebih dari sekadar perhelatan tahunan. Momentum ini menjadi ruang perjumpaan seni, agama, budaya, dan ekonomi kreatif yang memperkuat citra Tolitoli sebagai Kota Cengkeh sekaligus daerah yang terbuka terhadap kemajuan kebudayaan.
(GHUFRON)

