Tolitoli, LenteraWayracana.id — Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K. melakukan kunjungan kerja ke Polsek Tolitoli Utara, Senin (24/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penguatan orientasi pelayanan kepolisian yang responsif, humanis, dan dekat dengan masyarakat.

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 13.00 Wita di Kantor Polsek Tolitoli Utara, Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, turut diikuti Ketua Bhayangkari Cabang Tolitoli Ny. Dwi Real bersama rombongan dan pengurus Bhayangkari Cabang Tolitoli.

Rombongan Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Tolitoli disambut Kapolsek Tolitoli Utara Iptu Abd. Rahman Ali bersama Ketua Bhayangkari Ranting Tolitoli Utara Ny. Risna Rahman Ali. Turut menyambut Wakapolsek Tolitoli Utara Iptu Rivai Sangkala, S.H., bersama Wakil Ketua Bhayangkari Ranting Tolitoli Utara Ny. Rini Rivai Sangkala serta seluruh personel Polsek dan anggota Bhayangkari Ranting Tolitoli Utara.

Pelayanan Cepat dan Humanis
Dalam arahannya, Kapolres Tolitoli menekankan pentingnya kecepatan sekaligus kualitas dalam merespons setiap laporan dan pengaduan masyarakat. Bagi institusi kepolisian, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan prosedur administratif, tetapi menghadirkan rasa aman melalui pelayanan yang mudah diakses dan berorientasi pada penyelesaian persoalan.


Kapolres meminta seluruh personel mengunduh aplikasi APP Polri dan Petugas 110, sekaligus aktif menyosialisasikan keberadaan layanan tersebut kepada masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik merupakan bagian dari transformasi kepolisian. Kanal digital harus mampu memperpendek jarak antara masyarakat dengan aparat, sehingga laporan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.
Selain itu, personel diminta mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi masyarakat. Untuk laporan atau pengaduan yang bersifat ringan, polisi didorong mengoptimalkan mekanisme mediasi sebagai jalan penyelesaian yang mengedepankan musyawarah dan menjaga harmoni sosial.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa penegakan hukum tidak selalu identik dengan tindakan represif. Dalam perspektif pelayanan publik modern, polisi juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan, serta menjadi katalisator penyelesaian konflik di tengah masyarakat.
Jaga Integritas dan Disiplin
Pada kesempatan yang sama, Kapolres mengingatkan seluruh personel agar menjauhi narkoba, judi online, dan pinjaman online yang dapat menimbulkan persoalan pribadi maupun berdampak terhadap integritas serta profesionalisme anggota Polri.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan ruang digital yang menghadirkan peluang sekaligus risiko baru. Personel kepolisian sebagai aparat penegak hukum dituntut mampu menjaga keteladanan, baik dalam menjalankan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian Markas Komando (Mako). Lingkungan kerja yang bersih dan tertata bukan sekadar persoalan estetika, melainkan bagian dari budaya disiplin dan kesiapan organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, personel Polsek Tolitoli Utara diminta mempersiapkan rencana kunjungan Kapolda Sulawesi Tengah di wilayah Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol.
Konsolidasi Organisasi dan Penguatan Bhayangkari
Kunjungan kerja tersebut juga menjadi ruang konsolidasi antara pimpinan dengan jajaran di tingkat kewilayahan. Interaksi langsung memungkinkan pimpinan memperoleh gambaran mengenai kondisi personel, kesiapan satuan, sekaligus dinamika pelayanan masyarakat secara lebih faktual.
Di sisi lain, kehadiran Ketua Bhayangkari Cabang Tolitoli bersama pengurus memberikan dimensi tersendiri dalam kunjungan tersebut. Bhayangkari tidak hanya menjadi bagian dari pendampingan keluarga besar Polri, tetapi juga memiliki peran dalam membangun solidaritas, kepedulian sosial, dan ketahanan keluarga di lingkungan institusi kepolisian.
Secara substantif, kunjungan Kapolres Tolitoli ke Polsek Tolitoli Utara menunjukkan bahwa penguatan organisasi tidak berhenti pada instruksi struktural. Ia membutuhkan komunikasi langsung, keteladanan, kedisiplinan, serta kemampuan menerjemahkan kebijakan menjadi pelayanan nyata.
Pada akhirnya, kualitas kepolisian di mata masyarakat tidak hanya diukur dari seberapa cepat aparat bertindak ketika persoalan muncul, tetapi juga dari seberapa manusiawi mereka mendengar, seberapa bijak mereka menyelesaikan persoalan, dan seberapa konsisten mereka menjaga kepercayaan publik.(LW.ID)

