JAKARTA, LenteraWayracana.id — Di tengah perjalanan panjang sejarah pertahanan Indonesia, pesan para sesepuh TNI tidak sekadar menjadi ungkapan penghormatan, melainkan juga pengingat tentang arah pengabdian generasi penerus. Dalam momentum menyambut HUT ke-81 TNI, mantan Panglima TNI ke-14 Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan bangsa dan kedekatan dengan rakyat.

Pesan tersebut disampaikan ketika Pa Sahli Tk. III Bidang Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo bersama rombongan melaksanakan anjangsana ke kediaman Endriartono Sutarto di Jalan Kalisari III Nomor 17, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (24/9/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI sekaligus tradisi silaturahmi yang mempertemukan generasi penerus dengan para senior dan sesepuh institusi pertahanan negara.

Endriartono: TNI Harus Terus Menjadi Pelopor Perjuangan Bangsa
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Endriartono Sutarto menyampaikan apresiasi atas kedatangan jajaran TNI. Ia memandang kunjungan itu sebagai bentuk penghormatan yang memiliki makna tersendiri bagi dirinya dan keluarga.

“Bagi saya dan keluarga, kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan. Mohon disampaikan salam hormat saya kepada Bapak Panglima TNI beserta seluruh jajaran TNI,” ujar Endriartono, sebagaimana dikutip dari keterangan Pusat Penerangan TNI.
Ia kemudian menitipkan pesan agar TNI tetap memelihara semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“TNI harus terus menjadi pelopor perjuangan bangsa meraih kejayaan dan TNI harus terus berjuang demi dan bersama rakyat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menempatkan hubungan TNI dan rakyat sebagai bagian penting dari keberlanjutan perjuangan kebangsaan. Dalam perspektif sejarah, kekuatan pertahanan tidak hanya dibentuk oleh kemampuan organisasi dan kesiapan personel, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat yang menjadi fondasi pengabdian.
Silaturahmi Sesepuh TNI, Tradisi yang Menjaga Ingatan Sejarah
Rombongan Pa Sahli Tk. III Bidang Komsos Panglima TNI terdiri atas Brigjen TNI (Mar) Gatot Mardiyono, S.H., M.Tr., Opsla, Kolonel Inf Dadang Setia, S.Ag., dan Letkol Laut Tri Adi Kuncara, A.Md.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh Endriartono Sutarto. Suasana pertemuan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan, memperlihatkan tradisi TNI dalam menghormati para senior yang telah menorehkan pengabdian dalam perjalanan institusi.
“Terima kasih sekali lagi Bapak, kami doakan Bapak dan keluarga sehat selalu,” ucap Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo kepada Endriartono.
Di balik kesederhanaan sebuah kunjungan, terdapat makna yang lebih luas: silaturahmi menjadi ruang pertemuan antara pengalaman masa lalu dan tanggung jawab masa kini. Para sesepuh membawa ingatan tentang perjalanan institusi, sementara generasi penerus mengemban tugas untuk menerjemahkan nilai-nilai perjuangan itu ke dalam tantangan zaman.
HUT ke-81 TNI dan Refleksi Pengabdian
Anjangsana tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 TNI. Selain mempererat ikatan kekeluargaan, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi terhadap perjuangan para pendahulu.
Pesan Endriartono Sutarto mengenai perjuangan bersama rakyat dapat dibaca sebagai penegasan atas dimensi sosial dari tugas pertahanan. Dalam kehidupan berbangsa, kehadiran institusi pertahanan tidak terlepas dari harapan masyarakat terhadap keamanan, ketertiban, dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Karena itu, penghormatan kepada sesepuh TNI bukan semata-mata agenda seremonial. Ia juga menjadi mekanisme pewarisan nilai, ketika pengalaman generasi terdahulu dihadirkan kembali untuk memperkaya perspektif generasi berikutnya.
Bagi TNI, menjaga kesinambungan antara sejarah, profesionalisme, dan pengabdian kepada rakyat merupakan bagian dari tantangan kelembagaan yang terus berkembang. (LW.id)

