DONGGALA, LenteraWayracana.id – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran aparat kepolisian. Kesadaran kolektif, kepedulian keluarga, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Jumat Keliling (Jumling) yang dilaksanakan Polres Donggala di Masjid Agung Donggala, Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Jumat (30/10/2026), pukul 11.45 hingga 13.00 WITA.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana religius dan penuh keakraban tersebut dipimpin langsung Wakapolres Donggala, Kompol Alfius, S.H. Program ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus memperkuat pendekatan preventif dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Donggala.

Usai pelaksanaan salat Jumat, Kompol Alfius menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada para jamaah. Ia mengajak masyarakat untuk tidak bersikap pasif terhadap persoalan keamanan, melainkan mengambil bagian dalam membangun lingkungan yang tertib, aman, dan harmonis.
Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Keamanan Lingkungan

Dalam arahannya, Wakapolres menekankan pentingnya kerja sama dan keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah potensi gangguan keamanan.
Masyarakat diimbau membangun komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan Bhabinkamtibmas, pemerintah desa maupun kelurahan, serta unsur keamanan lainnya. Setiap indikasi tindak kriminalitas, aktivitas mencurigakan, maupun potensi gangguan ketertiban diharapkan segera dilaporkan kepada pihak berwenang.
Menurut pesan yang disampaikan, keamanan bukan semata-mata tanggung jawab institusi kepolisian, tetapi merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan kesadaran dan kontribusi seluruh elemen masyarakat.
Orang Tua Diminta Perkuat Pengawasan terhadap Anak
Selain persoalan keamanan lingkungan, perhatian terhadap perlindungan generasi muda turut menjadi sorotan.
Kompol Alfius mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan, membangun komunikasi yang terbuka, serta memberikan pendidikan agama dan moral kepada anak-anak sejak dini.
Ancaman penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja, hingga berbagai bentuk pelanggaran hukum dinilai membutuhkan perhatian serius dari lingkungan keluarga.
Orang tua juga diharapkan mengenali lingkungan pergaulan anak, memantau aktivitas sehari-hari, serta menjadi teladan dalam membentuk karakter dan perilaku positif.
Pesan tersebut mengandung makna bahwa upaya menjaga keamanan tidak hanya dimulai dari ruang publik, tetapi juga dari rumah dan lingkungan keluarga. Sebab, kualitas generasi muda hari ini turut menentukan wajah kehidupan sosial dan masa depan bangsa.
Call Center 110, Saluran Cepat Pengaduan Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolres Donggala menyosialisasikan layanan Kepolisian Call Center 110 sebagai sarana pengaduan dan permintaan bantuan kepolisian.
Masyarakat yang mengalami, melihat, atau mengetahui tindak kriminalitas, gangguan kamtibmas, kecelakaan, maupun kondisi darurat lainnya dapat menghubungi nomor 110 untuk memperoleh respons dan bantuan kepolisian.
Layanan tersebut dapat diakses secara gratis. Namun, masyarakat diingatkan agar memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab serta tidak melakukan laporan palsu yang berpotensi menghambat penanganan laporan sesungguhnya.
Kehadiran layanan 110 diharapkan memperpendek jarak komunikasi antara masyarakat dan kepolisian, sehingga persoalan keamanan dapat ditangani secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Perkuat Kedekatan Polisi dan Masyarakat
Kegiatan Jumat Keliling tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama dan personel Polres Donggala, yakni Kabagops, Kabag SDM, Kasatbinmas, Kasatreskrim, Kasatpolair, Kasi Hukum, KBO Lantas, KBO Intel, Kapolsek Banawa, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Boya.
Selama kegiatan berlangsung, para jamaah tidak menyampaikan pertanyaan, saran, kritik, maupun laporan khusus terkait situasi kamtibmas di wilayah setempat.
Meski demikian, kegiatan ini tetap menjadi ruang komunikasi sosial yang strategis untuk membangun kepercayaan, memperkuat kemitraan, dan mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Keamanan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Secara substantif, program Jumat Keliling memiliki nilai lebih dari sekadar agenda kunjungan kepolisian ke rumah ibadah. Kegiatan ini menjadi instrumen pendekatan humanis untuk membangun kesadaran keamanan melalui dialog, edukasi, dan silaturahmi.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat menunjukkan bahwa pemeliharaan kamtibmas membutuhkan pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga pencegahan dan pembinaan sosial.
Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi pesan penting bahwa keamanan yang berkelanjutan lahir dari hubungan saling percaya antara aparat dan warga.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Donggala berharap sinergi dengan masyarakat Kecamatan Banawa semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi kehidupan sosial.


