PALEMBANG, LENTERAWAYRACANA.ID – Upaya menekan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait, TNI mengerahkan kekuatan udara untuk memicu potensi hujan sekaligus membantu mengendalikan kabut asap yang mengancam kualitas lingkungan.

Dalam operasi yang berlangsung Jumat (30/10/2026), Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) menyebarkan sebanyak 7,2 ton bahan semai ke sejumlah kawasan sasaran di wilayah Sumatera Selatan.

Material yang digunakan terdiri atas 1,6 ton dry ice dan 5,6 ton garam semai atau natrium klorida (NaCl). Proses penyemaian dilakukan menggunakan pesawat Hercules C-130 dan Cassa NC-212 milik TNI Angkatan Udara, dengan dukungan armada pesawat sipil Caravan.

OMC Jadi Instrumen Strategis Penanganan Karhutla
Berdasarkan hasil pemantauan radar cuaca, penakar hujan, serta laporan petugas di lapangan, kegiatan penyemaian tersebut berdampak pada terjadinya hujan di sejumlah wilayah.

Daerah yang dilaporkan mengalami hujan meliputi Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Rawas, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Ogan Ilir, Empat Lawang, dan OKU Selatan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya intervensi berbasis teknologi meteorologi untuk mengoptimalkan peluang terbentuknya hujan. Dalam konteks penanggulangan Karhutla, hujan memiliki arti strategis karena dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan, menekan material mudah terbakar, serta mengurangi konsentrasi partikulat asap di atmosfer.


