TOLITOLI – Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Di dalamnya terdapat peran keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, serta seluruh elemen warga sebagai fondasi penting dalam membangun lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Jumat Keliling Polres Tolitoli yang dipimpin langsung Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K., di Masjid Multazam, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

Kegiatan yang turut dihadiri para pejabat utama (PJU) dan personel Polres Tolitoli tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Prioritas 100 Hari Kapolri.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengajak jamaah dan masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Ada empat persoalan yang menjadi perhatian utama kepolisian. Pertama, bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda sekaligus mengancam ketahanan sosial masyarakat.
Kedua, pentingnya budaya tertib berlalu lintas, terutama dengan menghindari penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong yang berpotensi mengganggu kenyamanan publik.

Ketiga, kewaspadaan terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks. Masyarakat diharapkan lebih cermat menyaring informasi, memeriksa kebenaran sumber, serta tidak mudah menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Keempat, optimalisasi pemanfaatan layanan kepolisian sebagai sarana memperoleh perlindungan dan bantuan ketika menghadapi persoalan keamanan.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Membangun keamanan melalui kedekatan sosial
Jumat Keliling bukan sekadar agenda kunjungan aparat ke rumah ibadah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi sosial untuk mempertemukan kepolisian dengan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan humanis.
Pendekatan ini memiliki arti strategis. Sebab, keamanan yang berkelanjutan tidak cukup dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan kepercayaan publik, kesadaran kolektif, dan partisipasi masyarakat.
Kehadiran kepolisian di tengah aktivitas keagamaan menjadi salah satu jalan memperkuat kemitraan tersebut. Pada akhirnya, keamanan daerah bukan hanya tentang ketiadaan gangguan, melainkan juga terpeliharanya rasa aman, ketenteraman, dan solidaritas sosial.
Melalui kegiatan ini, Polres Tolitoli berharap masyarakat semakin aktif mengambil bagian dalam menjaga kondusivitas wilayah demi terciptanya kehidupan sosial yang tertib, damai, dan harmonis.


