Lentera Wayracana.id | TOLITOLI – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tolitoli melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar pasar murah di Pasar Sumbolan mulai 3 hingga 15 Maret 2026. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tolitoli menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang momentum Ramadan yang cenderung memicu peningkatan permintaan bahan pangan.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi, antara lain beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58.000 per karung, gula pasir Rp18.000 per kilogram, serta minyak goreng merek Minyakita seharga Rp15.500 per liter.
Secara ilmiah, intervensi pasar melalui operasi pasar murah merupakan instrumen kebijakan fiskal daerah yang berfungsi mengurangi disparitas harga akibat ketidakseimbangan supply dan demand. Ketika permintaan meningkat sementara distribusi belum optimal, harga cenderung naik. Kehadiran pemerintah dalam bentuk subsidi harga ini diharapkan mampu menekan laju inflasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
Warga yang memadati lokasi pasar mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Selain harga lebih rendah dibanding harga pasar umum, kualitas komoditas yang dijual juga dinilai layak konsumsi.
Dinas Ketahanan Pangan memastikan kegiatan ini akan berlangsung hingga 15 Maret 2026, dengan pengawasan distribusi agar tepat sasaran dan tidak terjadi penimbunan. Pemerintah daerah berharap program ini mampu memberikan efek stabilisasi harga serta memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Tolitoli.
Kontributor (Mastan Rauf)
