Tolitoli — Mengawali pelaksanaan tugas sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tolitoli, AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K., melaksanakan ziarah ke makam raja-raja Tolitoli yang berada di Pulau Lutungan, Kabupaten Tolitoli.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan sarat makna simbolik sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.
Ziarah ini tidak sekadar ritual seremonial, melainkan refleksi kesadaran historis (historical awareness) seorang pemimpin dalam memahami konteks sosial-budaya wilayah yang dipimpinnya.
Dalam perspektif antropologi sosial, penghormatan terhadap situs sejarah merupakan bagian dari upaya menjaga memori kolektif masyarakat, yang berperan penting dalam membangun kohesi sosial dan identitas lokal.

AKBP Raden Real Mahendra menegaskan bahwa nilai-nilai yang diwariskan para raja Tolitoli, seperti kepemimpinan, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada masyarakat, relevan untuk dijadikan landasan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep policing berbasis kearifan lokal, di mana penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada aspek normatif, tetapi juga memperhatikan dimensi sosiologis masyarakat.
Kegiatan ziarah tersebut juga mencerminkan komitmen Kapolres Tolitoli dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Secara teoritis, hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat dapat meningkatkan kepercayaan publik (public trust), yang merupakan variabel kunci dalam efektivitas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dengan mengawali tugas melalui penghormatan terhadap sejarah lokal, Kapolres Tolitoli diharapkan mampu menjalankan kepemimpinan yang inklusif, berakar pada nilai budaya setempat, serta adaptif terhadap dinamika sosial di Kabupaten Tolitoli.
(Editor Redaksi)
