Lenterawayracana.id | TOLITOLI – Sebuah langkah konkret dalam memperkuat konektivitas masyarakat kembali diwujudkan melalui peresmian Jembatan Garuda Beton Merah Putih yang dibangun oleh Kodim 1305/Buol Tolitoli (BT). Infrastruktur sepanjang 75 meter dengan lebar 2,20 meter tersebut diresmikan oleh Komandan Korem 132/Tadulako, Brigadir Jenderal TNI Suntara Wisnu Budi H., S.H., M.Sc., Psc., di Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Selasa (2/6/2026).

Peresmian yang berlangsung sederhana namun sarat makna itu dihadiri Wakil Bupati Tolitoli Mohammad Besar Bantilan, Dandim 1305/BT Letkol Inf Aryanto Rolando, S.I.P., Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K., unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan.

Dari perspektif pembangunan wilayah, keberadaan jembatan bukan sekadar sarana fisik yang menghubungkan dua titik geografis. Infrastruktur transportasi merupakan instrumen strategis yang mampu mempercepat mobilitas penduduk, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam sambutan tertulis Bupati Tolitoli yang dibacakan Wakil Bupati Mohammad Besar Bantilan, pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Infrastruktur yang memadai diyakini mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memperluas akses ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tolitoli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dapat menghasilkan karya yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Sementara itu, Komandan Korem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi H. menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan membuka aksesibilitas dan meningkatkan konektivitas di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Menurut Danrem, kehadiran jembatan memiliki nilai strategis karena menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan juga memudahkan distribusi hasil pertanian serta memberikan akses yang lebih aman bagi anak-anak menuju fasilitas pendidikan.
Secara sosial, manfaat pembangunan jembatan kerap melampaui fungsi teknisnya. Di banyak daerah, jembatan menjadi simbol keterhubungan antarwilayah sekaligus memperkuat interaksi sosial dan ekonomi masyarakat. Kehadirannya mampu memangkas waktu tempuh, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan efisiensi aktivitas sehari-hari warga.
Prosesi peresmian diawali dengan sambutan para pejabat, dilanjutkan pembacaan doa oleh Kopka Abd. Rahman, penandatanganan prasasti, pemotongan pita, foto bersama, hingga uji coba melintasi jembatan yang baru selesai dibangun dalam waktu 40 hari tersebut.
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih sendiri merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara gotong royong bersama TNI Angkatan Darat untuk membuka konektivitas di wilayah tertinggal, terpencil, maupun daerah yang membutuhkan akses transportasi yang lebih baik.
Dengan diresmikannya jembatan ini, masyarakat Kelurahan Nalu dan sekitarnya diharapkan memperoleh manfaat nyata dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi simbol hadirnya negara melalui kolaborasi pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
(LW.id)
