LENTERAWAYRACANA.ID | Tolitoli — Desa Galumpang, Kecamatan Dako Pemean, Kabupaten Tolitoli, menjadi panggung strategis pelaksanaan Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Galumpang tersebut bukan sekadar agenda seremonial administratif, melainkan representasi konkret tentang bagaimana desa diposisikan sebagai episentrum pembangunan nasional berbasis ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya.

Mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini menghadirkan sinergi lintas sektor pemerintahan, aparat keamanan, lembaga kemasyarakatan, hingga organisasi perempuan dalam satu ruang kolaboratif pembangunan desa.

Kehadiran jajaran pejabat provinsi dan kabupaten memperlihatkan bahwa pembangunan desa kini tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran pembangunan, tetapi sebagai fondasi utama penguatan struktur sosial nasional. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diwakili Kepala Bidang Penataan Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tengah, Emy, S.Sos., M.M., sementara Pemerintah Kabupaten Tolitoli dipimpin langsung Bupati Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya.
Turut hadir unsur Forkopimcam, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pengurus TP PKK, hingga aparatur desa se-Kecamatan Dako Pemean. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa modern menuntut pendekatan multidimensional yang melibatkan partisipasi kolektif masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Patriot Baolan, dan Mars PKK, dilanjutkan pembacaan doa serta sambutan dari sejumlah pejabat daerah. Dalam sambutannya, pemerintah menegaskan bahwa desa memiliki posisi vital dalam menjaga stabilitas nasional melalui penguatan ekonomi kerakyatan, pelayanan sosial, dan tata kelola pemerintahan yang adaptif.


Secara substantif, penilaian lomba desa tahun ini menitikberatkan pada sejumlah indikator strategis, di antaranya bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi kerakyatan, keamanan dan ketertiban, partisipasi sosial, administrasi pemerintahan, kelembagaan masyarakat, hingga pemberdayaan keluarga melalui gerakan PKK.
Perspektif tersebut memperlihatkan adanya perubahan paradigma pembangunan desa dari pola administratif menuju pendekatan transformasional berbasis kapasitas masyarakat. Desa tidak lagi hanya diukur dari aspek fisik pembangunan, tetapi juga dari kualitas modal sosial, inovasi pelayanan publik, serta kemampuan menciptakan ketahanan masyarakat secara berkelanjutan.
Pada sesi pemaparan, Pemerintah Desa Galumpang menyampaikan berbagai program unggulan yang telah dijalankan, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga optimalisasi peran perempuan melalui kegiatan PKK. Tim penilai kemudian melakukan klarifikasi lapangan dan verifikasi administrasi yang mencakup bidang pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.
Di tengah dinamika pembangunan desa modern, keterlibatan masyarakat menjadi dimensi penting yang mendapat perhatian serius dalam proses penilaian. Antusiasme warga yang hadir mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa keberhasilan desa tidak semata ditentukan oleh pemerintah, tetapi oleh partisipasi aktif seluruh elemen sosial.
Dari perspektif sosiologis, kegiatan semacam ini memiliki efek psikososial yang signifikan terhadap masyarakat desa. Selain meningkatkan motivasi kolektif, lomba desa juga menciptakan ruang kompetisi sehat antardesa dalam mendorong inovasi, transparansi, dan kualitas pelayanan publik.
Tim penilai lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dipimpin langsung Kepala Bidang Penataan dan Perkembangan PMD Provinsi Sulawesi Tengah, Emy, S.Sos., M.M., dengan anggota Regina A. Satria Ningsih, S.E., M.Si., Yohana I.MR, S.Sos., M.Si., Andriana, S.E., Moh. Bayu, dan Meldina Safaria, S.Pd.
Sementara itu, aspek keamanan selama kegiatan berlangsung mendapat pengamanan dari personel Polsek Dako Pemean yang dipimpin Kapolsek Dako Pemean Ipda Ismail Mappiasse. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 11.50 WITA.
Penilaian lomba desa pada hakikatnya bukan sekadar kompetisi administratif, melainkan instrumen evaluatif untuk mengukur kesiapan desa dalam menghadapi tantangan pembangunan masa depan. Desa Galumpang hari ini memperlihatkan bahwa desa mampu menjadi ruang tumbuh peradaban baru, tempat nilai gotong royong, tata kelola modern, dan ketahanan sosial bertemu dalam satu arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
(LW.ID)
