PALU, LENTERAWAYRACANA.ID – Fajar belum sepenuhnya merekah ketika ribuan warga mulai memadati halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (19/6/2026). Dalam suasana yang khidmat dan penuh kesejukan spiritual, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar kegiatan Jumat Subuh Berkah dan Dzikir Bersama.

Sekitar 2.000 jamaah hadir mengikuti kegiatan yang menjadi ruang perjumpaan antara dimensi pemerintahan, kehidupan sosial, dan nilai-nilai religius. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., Wakil Gubernur, jajaran pejabat eselon II dan III, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai lapisan.
Kegiatan diawali dengan lantunan dzikir yang dipimpin Majelis Dzikir Sulawesi Tengah. Gemuruh kalimat-kalimat thayyibah yang bergema di halaman kantor gubernur menghadirkan suasana kontemplatif, seolah mengingatkan bahwa di tengah dinamika pembangunan dan tantangan zaman, manusia tetap membutuhkan ruang untuk kembali menautkan hatinya kepada Sang Pencipta.
Dalam tausiyahnya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, KH Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Si., menegaskan pentingnya memperkuat hubungan vertikal dengan Allah SWT sebagai fondasi kehidupan sosial yang harmonis.
Menurutnya, dzikir bukan sekadar ritual verbal, melainkan instrumen spiritual yang mampu membentuk ketenangan batin, memperkuat kesadaran moral, serta menjadi energi positif bagi kehidupan bermasyarakat.

“Ketika manusia mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui dzikir dan ibadah yang konsisten, maka akan lahir pribadi-pribadi yang berakhlak, sehingga kehidupan sosial pun berjalan dalam suasana damai dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum dzikir bersama sebagai sarana memperkuat persaudaraan, merawat toleransi, dan membangun optimisme kolektif demi kemajuan Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri Sulaiman dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai prasyarat utama pembangunan daerah.
Kapolda mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin konstitusi, namun harus dilakukan secara bertanggung jawab dan beretika.
“Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang dijalankan dengan kesadaran hukum dan penghormatan terhadap kepentingan bersama. Jangan sampai penyampaian aspirasi justru berujung pada tindakan anarkis yang merugikan masyarakat maupun aset negara,” tegasnya.
Menurutnya, stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya daerah yang aman dan kondusif.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. menyampaikan bahwa program Jumat Subuh Berkah dan Dzikir Bersama akan menjadi salah satu agenda rutin Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurut gubernur, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan spiritual masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan akan lebih bermakna apabila dibarengi dengan keberkahan. Karena itu, kita perlu memperkuat nilai-nilai religius dan memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat,” ujar Anwar Hafid.
Ia menambahkan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan pusat pendidikan moral, penguatan karakter, dan pemberdayaan masyarakat yang memiliki peran strategis dalam membangun peradaban.
Kegiatan Jumat Subuh Berkah berlangsung dalam suasana tertib, damai, dan penuh kekhusyukan. Ribuan jamaah yang hadir tampak larut dalam lantunan dzikir dan doa yang dipanjatkan bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan daerah, serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Di tengah derasnya arus modernitas, kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur melalui capaian material, tetapi juga melalui kualitas spiritual dan ketangguhan moral masyarakatnya. Dari halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pesan tentang persatuan, ketenteraman, dan keberkahan kembali digaungkan, menjadi harapan kolektif bagi masa depan daerah yang lebih baik.
Reporter: Soeharto Tahir
Editor: Redaksi Lenterawayracana.id
