LENTWRAWAYRACANA.ID | Tolitoli – Semangat pengabdian yang menjadi napas institusi kepolisian kembali menemukan manifestasinya melalui kegiatan bantuan sosial yang dilaksanakan Polsek Baolan, Polres Tolitoli, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Pada Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Lelean Nono, Aipda Abustan, menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial Polsek Baolan yang telah berlangsung selama lima hari dan dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari menjelang puncak peringatan HUT Bhayangkara pada 1 Juli 2026.

Sebelumnya, Kapolsek Baolan IPTU Samir Muhammad, S.H., M.H., secara simbolis telah menyerahkan bantuan kepada seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Baolan pada Jumat, 19 Juni 2026. Penyerahan tersebut menjadi simbol distribusi tanggung jawab sosial kepolisian kepada para personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah binaannya.

Sebanyak 500 kilogram beras disalurkan kepada 100 warga yang tersebar di sepuluh kelurahan dan desa di Kecamatan Baolan. Setiap penerima memperoleh bantuan beras sebanyak lima kilogram.

Adapun wilayah penerima bantuan meliputi Kelurahan Baru, Kelurahan Tuweley, Kelurahan Nalu, Kelurahan Panasakan, Kelurahan Sidoarjo, Kelurahan Tambun, Desa Lelean Nono, Desa Buntuna, Desa Dadakitan, dan Desa Pangi.

Dalam perspektif sosial, bantuan tersebut mungkin tidak hanya diukur dari besaran kuantitatifnya, melainkan dari makna empati yang menyertainya. Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak lagi semata-mata sebagai aparat penegak hukum, melainkan juga sebagai representasi negara yang hadir saat masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian.
Di balik lima kilogram beras yang diterima warga, tersimpan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat dikalkulasi secara matematis. Bagi sebagian keluarga, bantuan itu mungkin hanya cukup untuk beberapa hari, namun secara psikologis menghadirkan rasa bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi tantangan ekonomi.
Secara sosiologis, kegiatan bakti sosial merupakan instrumen penguatan modal sosial antara kepolisian dan masyarakat. Kepercayaan publik dibangun bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang sederhana namun bermakna.
Hari kelima pelaksanaan bakti sosial ini menjadi refleksi bahwa tema besar Bhayangkara tidak berhenti pada seremoni dan peringatan tahunan. Ia menjelma dalam tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Kegiatan bantuan sosial Polsek Baolan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
( LW.id )

