LenteraWayracana.id | TOLITOLI — Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, denyut pengabdian Polri terus bergema hingga ke lorong-lorong permukiman masyarakat. Di Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, langkah pengabdian itu hadir melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Sidoarjo, AIPDA Faisal Mansyur, yang menyalurkan bantuan sosial kepada warga binaannya.

Kegiatan bantuan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bakti Sosial Polsek Baolan yang dilaksanakan selama sembilan hari menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Program ini menjadi manifestasi kepedulian sosial Polri sekaligus bentuk penguatan hubungan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Sebelumnya, Kapolsek Baolan IPTU Samir Muhammad, S.H., M.H., telah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Baolan pada 19 Juni 2026 untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, warga penerima manfaat memperoleh bantuan beras sebagai bentuk kepedulian sosial Polri terhadap masyarakat. Kehadiran AIPDA Faisal Mansyur di tengah warga bukan hanya membawa bantuan pangan, tetapi juga membawa pesan bahwa institusi kepolisian tetap hadir di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Secara sosiologis, Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak pemolisian masyarakat. Kehadirannya menjadi jembatan komunikasi antara negara dan warga. Dalam perspektif ilmiah populer, kedekatan sosial seperti ini membangun modal sosial (social capital) yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan lingkungan.

Di beberapa rumah sederhana, senyum warga tampak menyambut kedatangan aparat kepolisian. Ada rasa haru yang sulit diukur dengan angka statistik. Bantuan yang diberikan mungkin tidak besar secara material, namun memiliki nilai psikologis dan sosial yang mendalam.
Di tangan seorang Bhabinkamtibmas, sekarung beras bukan sekadar komoditas pangan. Ia berubah menjadi simbol perhatian, empati, dan kehadiran negara. Dalam bahasa kemanusiaan, kepedulian sering kali lebih bermakna daripada besarnya bantuan yang diberikan.
AIPDA Faisal Mansyur menunjukkan bahwa pengabdian polisi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui sentuhan sosial yang menyentuh hati masyarakat. Langkah sederhana yang dilakukan di Kelurahan Sidoarjo menjadi bagian dari wajah humanis Polri yang terus dibangun.
Secara analitis, kegiatan bantuan sosial menjelang Hari Bhayangkara ke-80 memperlihatkan perubahan paradigma pelayanan kepolisian yang lebih inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah warga menjadi investasi sosial yang memperkuat kepercayaan publik.
Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, semangat pengabdian itu terus menyala. Di Kelurahan Sidoarjo, melalui langkah AIPDA Faisal Mansyur, Bhayangkara hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat.
( LW.id )

