PINRANG | LenteraWairacana.id – Ikatan emosional antara kampung halaman dan masyarakat perantauan kembali ditegaskan sebagai kekuatan strategis dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Di tengah dinamika mobilitas penduduk dan arus globalisasi, diaspora tidak lagi dipandang sekadar sebagai komunitas yang bermukim di luar daerah, melainkan sebagai aset sosial, intelektual, dan ekonomi yang mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Silaturahmi Nasional Anak Rantau Batulappa yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Batulappa, Senin (29/6). Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, serta Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, bersama masyarakat Batulappa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sudirman Bungi mengawali pidatonya dengan mengangkat petuah luhur para tetua atau ada-ada tomatoa, yang mengajarkan bahwa sekecil apa pun kebaikan seseorang harus dihargai sebagai fondasi membangun kehidupan yang harmonis.

Menurutnya, nilai budaya tersebut bukan sekadar warisan moral, tetapi merupakan modal sosial yang memiliki daya rekat tinggi dalam menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membangun kolaborasi lintas wilayah.

“Keberhasilan yang diraih masyarakat di tanah rantau hendaknya tidak memutus ikatan dengan kampung halaman. Justru pengalaman, ilmu pengetahuan, jejaring, dan kapasitas yang dimiliki para perantau dapat menjadi energi baru bagi pembangunan Batulappa dan Kabupaten Pinrang,” ujar Sudirman.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pinrang terus berupaya mempercepat pembangunan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan diaspora menjadi salah satu prasyarat penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.


Lebih jauh, Sudirman berharap agenda silaturahmi semacam ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan berkembang menjadi ruang dialog, pertukaran gagasan, hingga lahirnya kolaborasi konkret yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, memberikan apresiasi atas kontribusi masyarakat Pinrang, khususnya warga Batulappa, yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Tarakan.
Menurutnya, semangat gotong royong, etos kerja, dan kekompakan masyarakat Pinrang merupakan modal sosial yang bernilai tinggi dalam mendukung jalannya pemerintahan sekaligus memperkuat pembangunan daerah.
Ia berharap hubungan emosional yang telah terbangun selama ini terus dipelihara sehingga mampu melahirkan berbagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan, baik bagi masyarakat Batulappa yang berada di perantauan maupun bagi kemajuan Kabupaten Pinrang sebagai daerah asal.
Fenomena diaspora dalam perspektif pembangunan modern telah mengalami perubahan paradigma. Perantau kini dipandang sebagai bagian dari modal sosial (social capital) yang mampu memperkuat kapasitas daerah melalui transfer pengetahuan, investasi, jejaring ekonomi, hingga diplomasi budaya.
Silaturahmi Nasional Anak Rantau Batulappa menjadi ilustrasi bahwa pembangunan tidak semata-mata bertumpu pada kebijakan pemerintah, melainkan juga pada kekuatan kolektif masyarakat yang tetap menjaga identitas, solidaritas, dan rasa memiliki terhadap kampung halaman.
Ketika nilai budaya berpadu dengan jejaring intelektual dan pengalaman global para perantau, lahirlah sebuah ekosistem kolaboratif yang berpotensi mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan.
( Mamad )

