TOLI-TOLI, LenteraWayracana.id |– Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, denyut antusiasme masyarakat Kabupaten Tolitoli kian terasa. Lapangan H. Hayyun dipastikan kembali menjadi saksi lahirnya momentum kebangsaan yang sarat makna, ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjalankan amanah mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Di antara para anggota Paskibraka yang akan bertugas, perhatian publik tertuju kepada Nabila Ashila, putri dari Kapolsek Baolan IPTU Samir Muhammad, S.H., M.H. Sosok remaja berprestasi ini bukan hanya dikenal karena latar belakang keluarganya, tetapi juga karena rekam jejaknya dalam dunia kepemimpinan, disiplin, dan baris-berbaris.
Nabila merupakan siswi SMA Negeri 1 Tolitoli. Sebelumnya, saat masih menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Tolitoli, ia telah mengukir prestasi membanggakan. Bersama tim sekolahnya, Nabila berhasil meraih Juara I Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) SATROVA tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, sebuah pencapaian yang menjadi bukti konsistensi latihan, kekompakan tim, dan ketangguhan mental.
Saat ditemui media ini, Kamis (30/7/2026), Nabila mengenang perjalanan yang mengantarkannya hingga dipercaya menjadi anggota Paskibraka.
“Februari tahun 2026 di Gelora Bumi Kaktus Andi Raga Pettalolo di Palu, waktu itu saya masih sekolah di SMP Negeri 1,” ujar Nabila, mengenang momentum ketika dirinya bersama tim berhasil menorehkan prestasi di tingkat provinsi.
Kepercayaan menjadi anggota Paskibraka bukanlah capaian yang hadir secara instan. Ia merupakan akumulasi dari disiplin, kerja keras, dan kemampuan menjaga konsistensi dalam setiap proses pembinaan karakter. Dalam perspektif pendidikan, Paskibraka merupakan ruang pembentukan kepemimpinan yang menanamkan nilai nasionalisme, integritas, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam harmoni kolektif.

Informasi yang dihimpun, banyak masyarakat telah menantikan penampilan Nabila pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI mendatang. Bahkan, kalangan Bhayangkari disebut turut menaruh perhatian dan berharap dapat mengabadikan momen bersama Nabila usai pelaksanaan upacara sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasinya.
Di balik seragam putih yang akan dikenakannya, tersimpan kisah tentang seorang generasi muda yang membangun masa depan melalui disiplin dan semangat pengabdian. Dalam dimensi human interest, perjalanan Nabila mencerminkan bahwa prestasi tidak lahir dari popularitas, melainkan dari ketekunan yang dipupuk dalam waktu panjang.
Momentum 17 Agustus bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah ruang refleksi bahwa estafet perjuangan bangsa kini berada di tangan generasi muda yang siap menjaga nilai-nilai persatuan dan kebangsaan. Kehadiran Nabila Ashila sebagai anggota Paskibraka menjadi representasi bahwa semangat patriotisme dapat tumbuh dari lingkungan keluarga, pendidikan, dan proses pembinaan yang berkesinambungan.
Dengan demikian, ketika Sang Saka Merah Putih berkibar di langit Tolitoli nanti, masyarakat tidak hanya menyaksikan prosesi pengibaran bendera, tetapi juga menyaksikan lahirnya harapan baru melalui sosok-sosok muda yang telah dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan bangsa.
(Armen Djaru)

