PINRANG, LenteraWayracana.id | — Kebahagiaan sederhana namun bermakna terpancar dari wajah siswa SDN 245 Pinrang, Selasa (4/8/2026). Setelah melalui proses pengerjaan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1404/Pinrang, sumur bor yang menjadi salah satu sasaran fisik program tersebut akhirnya rampung.
Bagi anak-anak sekolah, air bukan sekadar elemen alam yang mengalir dari sebuah pipa. Ia adalah kebutuhan mendasar yang menopang kebersihan, kesehatan, kenyamanan belajar, hingga keberlangsungan aktivitas pendidikan sehari-hari.
Karena itu, selesainya pembangunan sumur bor tersebut disambut dengan antusias oleh keluarga besar SDN 245 Pinrang. Wajah-wajah ceria para siswa menjadi gambaran paling sederhana tentang bagaimana sebuah pembangunan dapat memperoleh makna ketika manfaatnya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kehadiran sumber air bersih itu sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan sekolah terhadap fasilitas dasar yang menunjang aktivitas para siswa maupun tenaga pendidik. Air yang tersedia secara lebih memadai diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan, terutama yang berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah.
Kepala UPT SD Negeri 245 Pinrang, H. Arding, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1404/Pinrang atas pembangunan fasilitas tersebut.

«“Kami sangat bersyukur dengan selesainya pembangunan sumur bor ini. Fasilitas ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan air bersih di sekolah,” ungkap H. Arding.»
Dari perspektif pembangunan, keberadaan sumur bor tersebut memperlihatkan bahwa program TMMD tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik dalam arti sempit. Infrastruktur yang dibangun diarahkan untuk menjawab persoalan konkret masyarakat, termasuk kebutuhan dasar di lingkungan pendidikan.
Pendekatan semacam ini menempatkan air bersih sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan. Sekolah yang memiliki akses air memadai memiliki fondasi yang lebih baik untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan nyaman bagi peserta didik.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1404/Pinrang, Letkol Czi Imam Subekti, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa pembangunan sumur bor merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
«“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap sumur bor ini dapat dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.»
Pernyataan tersebut menegaskan filosofi TMMD sebagai instrumen pengabdian yang berupaya mempertemukan kekuatan pertahanan dengan kebutuhan pembangunan masyarakat. Dalam konteks itu, sumur bor di SDN 245 Pinrang menjadi lebih dari sekadar proyek konstruksi; ia merupakan bentuk intervensi sederhana terhadap kebutuhan dasar yang memiliki dampak sosial cukup luas.
Di sisi lain, keberhasilan pembangunan fasilitas tersebut juga memperlihatkan kuatnya pola kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Semangat gotong royong yang menjadi karakter utama TMMD menemukan relevansinya ketika pembangunan tidak berhenti pada pencapaian fisik, tetapi berlanjut pada pemanfaatan dan pemeliharaan oleh masyarakat.
Bagi para siswa SDN 245 Pinrang, mungkin yang mereka lihat hanyalah air yang kini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun dalam perspektif yang lebih luas, aliran air itu membawa pesan tentang kepedulian, pelayanan, dan harapan.
Air yang mengalir dari sumur bor tersebut pada akhirnya menjadi metafora sederhana tentang masa depan: bahwa pembangunan yang baik bukan hanya meninggalkan bangunan yang berdiri, melainkan menghadirkan manfaat yang terus mengalir dan dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.
Sumber: Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1404/Pinrang. (LW.ID)

