Lebterawayracana.id | KONAWE SELATAN — Upaya menjaga standar kesehatan tenaga kerja sekaligus menjamin mutu layanan gizi terus diperkuat di tingkat layanan primer. Hal ini tercermin dari kegiatan pemeriksaan kesehatan yang digelar UPTD Puskesmas Motaha terhadap calon tenaga kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pu’ao, Kecamatan Angata, Selasa (1/4/2026).
Sebanyak 64 peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh tim lintas unit, meliputi Upaya Kesehatan Kerja (UKK) dan laboratorium. Kegiatan ini tidak sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari strategi preventif berbasis bukti untuk memastikan setiap individu yang terlibat dalam pengolahan makanan berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.
Secara deskriptif, jenis pemeriksaan yang dilakukan mencakup medical check up (MCU) guna memetakan kondisi kesehatan umum, Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk deteksi dini tuberkulosis (TB), serta skrining hepatitis. Dalam perspektif ilmiah populer, langkah ini penting karena penyakit seperti TB dan hepatitis memiliki potensi transmisi yang tinggi, terutama di lingkungan kerja berbasis pangan yang menuntut standar higienitas ketat.
Selain pemeriksaan medis, pendekatan promotif juga menjadi bagian integral kegiatan. Tim Puskesmas memberikan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk praktik sanitasi personal dan lingkungan kerja. Edukasi ini berfungsi sebagai intervensi perilaku untuk menekan risiko kontaminasi biologis dalam rantai pengolahan makanan.
Pemimpin BLUD UPTD Puskesmas Motaha, Sunding Tetangga, SKM., MKM, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kesehatan lingkungan kerja, khususnya pada sektor pengolahan makanan.

“Pemeriksaan ini bukan hanya untuk memenuhi persyaratan kerja, tetapi sebagai upaya perlindungan kesehatan jangka panjang bagi tenaga kerja dan masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.
Dari sudut pandang human interest, kegiatan ini juga memberi rasa aman bagi para calon tenaga kerja. Mereka tidak hanya dinilai layak secara administratif, tetapi juga dipastikan mampu bekerja dalam kondisi sehat. Harapan pun tumbuh, agar dapur SPPG di Desa Pu’ao dapat menghadirkan layanan gizi yang aman, higienis, dan berkualitas.
Dengan langkah preventif yang sistematis ini, Puskesmas Motaha menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun ekosistem kesehatan kerja yang berkelanjutan di wilayah Konawe Selatan.
(Ikmal Saranani)
