LenteraWayracana.id | TOLITOLI — Peran strategis pemuda masjid kembali terlihat dalam kegiatan keagamaan di daerah. Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) BKPRMI Baolan, Kabupaten Tolitoli, menunjukkan kiprahnya dengan aktif memfasilitasi dan mendampingi rombongan Safari Dakwah Yayasan Syahamah Sulawesi Tengah yang menghadirkan ulama asal Lebanon, Syekh Fadi Found Alameddine, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dirancang sebagai medium penguatan nilai-nilai keislaman yang adaptif terhadap dinamika sosial generasi muda. Dalam perspektif sosiologi agama, pendekatan dakwah berbasis interaksi langsung seperti ini dinilai efektif dalam membangun internalisasi nilai melalui pengalaman emosional dan intelektual secara bersamaan.
Rangkaian Safari Dakwah menyasar sejumlah lembaga pendidikan, antara lain Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tolitoli dan SMA Negeri 3 Tolitoli. Di kedua institusi tersebut, para pelajar tidak hanya menerima tausiyah, tetapi juga terlibat dalam dialog keagamaan yang mendorong pola pikir kritis dan reflektif.
Secara naratif, suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif. Antusiasme pelajar terlihat dari interaksi aktif selama sesi berlangsung. Para tenaga pendidik pun menyambut positif kegiatan ini sebagai bentuk pengayaan spiritual di tengah tantangan era digital yang kian kompleks.
Tak hanya berfokus pada kalangan pelajar, rombongan juga melakukan ziarah ke tokoh-tokoh agama di Kabupaten Tolitoli. Agenda ini memiliki dimensi simbolik yang kuat, yakni mempererat kesinambungan nilai antara generasi terdahulu dan generasi kini. Selain itu, kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi kelembagaan.

Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Baolan, Ghufron Arsyah Prawira, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung kegiatan dakwah yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga keagamaan merupakan kunci dalam memperluas jangkauan dakwah. Kami siap memfasilitasi dan mendampingi setiap kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi human interest, keterlibatan aktif pemuda masjid dalam kegiatan ini mencerminkan semangat voluntarisme dan kepedulian sosial yang tinggi. Peran mereka tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga emosional—memberikan rasa aman, nyaman, serta penghormatan kepada tamu, khususnya ulama yang hadir.
“Memberikan pelayanan terbaik kepada tamu adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai kader BKPRMI,” tambah Ghufron.
Usai menuntaskan rangkaian kegiatan di Tolitoli, rombongan Safari Dakwah Yayasan Syahamah Sulawesi Tengah melanjutkan perjalanan menuju Kota Palu untuk agenda dakwah berikutnya.
Secara analitis, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas lembaga, antara yayasan, organisasi kepemudaan, dan institusi pendidikan, mampu menciptakan ekosistem dakwah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Harapannya, model seperti ini dapat terus dikembangkan guna memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membangun karakter generasi muda yang religius dan adaptif terhadap perubahan zaman.
(GF)
