Lentera wayracana.id | Tolitoli – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tolitoli resmi membuka Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026 di Pelabuhan Tolitoli. Posko ini dibentuk sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan, keselamatan, serta pengawasan arus penumpang dan kapal selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Pembentukan posko tersebut mengacu pada Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR/DJPL-2 Tahun 2026 tanggal 19 Februari 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 1447 H Tahun 2026, serta Keputusan Kepala KSOP Kelas IV Tolitoli Nomor KP.106/14/II/KSOP.TLI-2026 mengenai pembentukan posko angkutan laut Lebaran di Pelabuhan Tolitoli.
Pelaksana Harian Kepala KSOP Kelas IV Tolitoli, I Made Daniel, menjelaskan bahwa pembentukan posko merupakan langkah strategis untuk memastikan kelancaran transportasi laut selama momentum Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat.
“Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi pelayanan angkutan laut, pengawasan keselamatan pelayaran, serta pemantauan aktivitas embarkasi dan debarkasi penumpang,” ujarnya.
Secara kronologis, sejumlah tahapan persiapan telah dilakukan sebelum posko dioperasikan. Dimulai dari rapat koordinasi penyelenggaraan angkutan laut Lebaran tingkat pusat pada 24 Februari 2026, kemudian dilanjutkan rapat internal KSOP Tolitoli pada 2 Maret 2026 untuk mempersiapkan personel dan jadwal kegiatan.
Selanjutnya pada 4 Maret 2026 dilaksanakan rapat koordinasi lanjutan terkait kesiapan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran. Pada 11 Maret 2026, pihak KSOP bersama stakeholder pelabuhan melakukan pembangunan posko sekaligus pembersihan dan pengecekan fasilitas penumpang mulai dari terminal hingga akses keluar masuk kendaraan penjemput.

Rapat koordinasi eksternal kembali digelar pada 12 Maret 2026 guna membahas kesiapan operasional posko, termasuk pembagian tugas personel dan mekanisme pelayanan penumpang.
Posko Angkutan Laut Lebaran 1447 H secara resmi beroperasi mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026 atau selama H-15 hingga H+15 Lebaran. Selama periode tersebut, petugas akan melakukan pemantauan terhadap kedatangan dan keberangkatan kapal serta aktivitas penumpang di pelabuhan.
Beberapa armada yang dipantau dalam operasional angkutan laut Lebaran di antaranya kapal perintis seperti KM Sabuk Nusantara 116, KM Sabuk Nusantara 97, KM Sabuk Nusantara 89, serta kapal penyeberangan KMP Julung-Julung yang melayani rute Tolitoli–Tarakan.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir General Manager Pelindo Regional IV Tolitoli, Rusdin, SE, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Posko Angkutan Laut Lebaran sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan di pelabuhan.
Menurut Rusdin SE, sinergi antara KSOP, operator pelabuhan, serta para pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk memastikan kelancaran arus penumpang selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Selain itu, petugas Jasa Lalu Lintas dan Kepelabuhanan KSOP Kelas IV Tolitoli, Yollah Pontoh, SH, turut menjelaskan bahwa seluruh tim yang tergabung dalam posko terdiri dari unsur embarkasi dan debarkasi, keamanan, komunikasi media, SAR, kesehatan, serta sarana dan prasarana.
“Seluruh personel yang terlibat telah dibagi sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal selama masa posko,” jelasnya.
Dari sisi fasilitas, terminal penumpang Pelabuhan Tolitoli memiliki kapasitas sekitar 300 orang dengan dukungan area parkir kendaraan yang mampu menampung sekitar 120 unit mobil. Fasilitas pendukung lainnya seperti ruang tunggu, tempat cuci tangan, serta pengaturan jalur keluar masuk penumpang juga telah disiapkan guna memastikan kenyamanan dan ketertiban selama masa angkutan Lebaran.
Setelah kegiatan pemaparan kesiapan posko, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama para pemangku kepentingan yang hadir.
Reporter LPP RRI Sardono bersama kameraman Lentera Wayracana.id, Syamsu Alam, juga melakukan wawancara langsung dengan pihak KSOP guna menggali informasi terkait kesiapan pelayanan transportasi laut di Pelabuhan Tolitoli menjelang arus mudik Lebaran tahun ini.
Secara akademik, penyelenggaraan posko angkutan laut ini merupakan implementasi pendekatan manajemen transportasi berbasis keselamatan dan pelayanan publik, yang menekankan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode puncak perjalanan.
Dengan adanya posko tersebut, diharapkan arus mudik dan arus balik melalui jalur laut di Pelabuhan Tolitoli dapat berjalan tertib, aman, serta memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat pengguna transportasi laut.
(LW.id)

