Lentera Wayracana.id | Tolitoli – Dalam rangka memperkuat syiar dakwah sekaligus melakukan konsolidasi organisasi pada momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pengurus Besar Alkhairaat menugaskan tim dai untuk melaksanakan Safari Ramadhan di Kabupaten Tolitoli.

Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Tugas PB Alkhairaat Nomor: 48/206/PBA/2026. Tim dakwah yang diturunkan berjumlah empat orang ustaz yang memiliki kapasitas dalam bidang dakwah dan pendidikan Islam.
Adapun tim dakwah yang ditugaskan terdiri dari:
- Muh. Zikri Aba, SH., MH (Koordinator)
- Sulung Purwanto, S.Pd.I., M.Pd
- Taufik Toha, S.Ag
- Arif Zaim, S.Ag
Selain melaksanakan dakwah Ramadhan di tengah masyarakat, tim tersebut juga melakukan konsolidasi organisasi serta meninjau perkembangan madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Alkhairaat di wilayah Tolitoli.

Secara konseptual, kegiatan Safari Ramadhan ini memiliki dimensi strategis dalam penguatan jaringan pendidikan Islam berbasis komunitas. Pendekatan tersebut memungkinkan organisasi untuk melakukan evaluasi empiris terhadap pengelolaan madrasah, sekaligus memastikan bahwa sistem pendidikan yang dijalankan tetap selaras dengan visi dakwah dan pendidikan Alkhairaat.
Dari 13 madrasah Alkhairaat yang aktif di Kabupaten Tolitoli, tim dijadwalkan melakukan peninjauan di beberapa lembaga pendidikan, di antaranya MTs Alkhairaat Kelurahan Baru, MTs Alkhairaat Sandana, MA Alkhairaat Kalangkangan, serta madrasah Alkhairaat di Desa Malomba, Kecamatan Dondo.

Ketua Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Tolitoli, Jemi Yusuf, menjelaskan bahwa Safari Ramadhan yang dilaksanakan oleh PB Alkhairaat memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar kegiatan dakwah rutin.
Menurut Jemi Yusuf, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pengurus pusat, daerah, dan pengelola lembaga pendidikan Alkhairaat di tingkat lokal.
“Safari Ramadhan ini bukan hanya agenda dakwah, tetapi juga bagian dari upaya konsolidasi organisasi untuk melihat secara langsung perkembangan madrasah Alkhairaat di Tolitoli. Kami ingin memastikan bahwa lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Alkhairaat terus berkembang dan mampu menjalankan fungsi pendidikan serta pembinaan umat secara optimal,” ujar Jemi Yusuf.
Ia menambahkan bahwa keberadaan madrasah Alkhairaat selama ini memiliki kontribusi signifikan dalam membangun karakter keislaman generasi muda di daerah.
“Madrasah Alkhairaat telah menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan pendidikan Islam di Tolitoli. Karena itu, perhatian terhadap perkembangan lembaga pendidikan ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan struktur organisasi Alkhairaat dalam mengembangkan pendidikan Islam yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat.
(LW.id)

