Halmahera Timur, LenteraWayracana.id | — Pembangunan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik. Di Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, pembangunan juga diterjemahkan dalam bentuk penanaman disiplin, kebersamaan, dan kesadaran kebangsaan.
Semangat itu terlihat ketika anggota Satgas TMMD memberikan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) kepada ibu-ibu PKK Desa Bokimaake, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di bawah arahan personel Satgas TMMD, para peserta mengikuti setiap instruksi dengan penuh perhatian. Aba-aba demi aba-aba direspons melalui gerakan yang menuntut ketepatan, konsentrasi, dan keseragaman.
Bagi sebagian peserta, latihan PBB mungkin tampak sederhana. Namun, di balik gerakan yang dilakukan secara serentak, tersimpan proses pembentukan karakter yang memiliki dimensi sosial cukup kuat. Baris-berbaris mengajarkan bahwa kekompakan tidak lahir dari keseragaman semata, melainkan dari kesediaan setiap individu untuk bergerak dalam satu irama demi tujuan bersama.
Antusiasme ibu-ibu PKK menjadi gambaran bahwa momentum kemerdekaan masih memiliki ruang yang kuat dalam kehidupan masyarakat desa. Latihan berlangsung dalam suasana serius, tetapi tetap diwarnai keakraban dan semangat kebersamaan.

Secara sosial, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana TMMD dapat menjadi medium untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Jika pembangunan fisik menyentuh ruang hidup warga, maka pembangunan karakter menyentuh kesadaran dan cara pandang masyarakat dalam memaknai kehidupan berbangsa.
Persiapan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun akhirnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Di Desa Bokimaake, semangat kemerdekaan dibangun melalui aktivitas sederhana yang mengandung pesan besar: disiplin, persatuan, gotong royong, dan nasionalisme harus terus dirawat agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Dari barisan ibu-ibu PKK itu, sebuah pesan kebangsaan menemukan bentuknya yang sederhana namun bermakna. Kemerdekaan bukan hanya sejarah yang diperingati setiap Agustus, melainkan nilai yang perlu terus dihidupkan melalui kebersamaan dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Pen Kodim 1505/Tidore(LW.ID)

