YAHUKIMO, LenteraWayracana.id | — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berlangsung khidmat dan penuh makna. Upacara detik-detik Proklamasi yang digelar di Halaman Kantor Bupati Yahukimo, Jalan Cenderawasih, Distrik Dekai, Senin (17/8/2026), dipimpin langsung Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, S.H., M.H., selaku Inspektur Upacara.

Upacara yang berlangsung pukul 09.50 hingga 11.55 WIT tersebut mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Adil dan Makmur” dan diikuti sekitar 250 peserta dari unsur TNI, Polri, aparatur sipil negara, organisasi perangkat daerah, serta pelajar.

Momentum kemerdekaan di wilayah yang berada di kawasan pegunungan Papua itu tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Ia menjadi ruang reflektif untuk meneguhkan kembali makna persatuan, kedaulatan, serta tanggung jawab kolektif dalam membangun daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP., Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Rifqi Khanief Gunawan, Danyon TP 816/Doruka Letkol Inf Noer Hidayat, Kapolres Yahukimo Kompol Rosman Mansur, Wakapolres Yahukimo Kompol Ferry Mervin Mehue, Sekda Yahukimo Radison Manurung, para asisten, serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo.
Detik Proklamasi dan Pengibaran Merah Putih

Rangkaian upacara dimulai sekitar pukul 09.50 WIT. Tepat pukul 10.00 WIT, suasana lapangan berubah hening ketika seluruh peserta mengikuti peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Didimus Yahuli kemudian membacakan Teks Pancasila. Sementara itu, Teks Proklamasi dibacakan Nehemia Elopere dan Pembukaan UUD 1945 dibacakan Elias Busup.
Puncak prosesi berlangsung pada pukul 10.30 WIT ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Yahukimo menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih. Paskalina Alongke Magayang dipercaya sebagai pembawa baki.
Prosesi tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam upacara. Langkah para anggota Paskibraka yang terukur, kibaran Merah Putih di tengah langit Dekai, serta penghormatan seluruh peserta menghadirkan gambaran sederhana namun kuat tentang bagaimana simbol kebangsaan terus dirawat dari pusat hingga pelosok negeri.
Bertindak sebagai Komandan Upacara Lettu Czi Marsalinus Hendra, sedangkan Perwira Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Agustinus Pekey.
Kekuatan pasukan upacara terdiri atas dua SST Yon TP 816/Doruka, satu SST Polres Yahukimo, satu SST Satpol PP, tiga SST Korpri, dan tiga SST pelajar.
Kemerdekaan sebagai Energi Pembangunan
Dalam perspektif sosial, peringatan kemerdekaan memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar seremoni kenegaraan. Ia merupakan mekanisme simbolik untuk mempertemukan ingatan sejarah dengan agenda pembangunan masa kini.
Bagi Yahukimo, semangat tersebut memiliki relevansi tersendiri. Persatuan menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga kohesi masyarakat, sementara pemerataan pembangunan menjadi instrumen strategis agar makna kemerdekaan dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, tema persatuan dan kedaulatan yang diangkat dalam peringatan HUT ke-81 RI dapat dibaca sebagai pesan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, aparatur negara, generasi muda, dan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, upacara kemerdekaan tidak berhenti pada penghormatan terhadap masa lalu. Ia sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus diterjemahkan menjadi kerja nyata: memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menjaga keamanan, dan membuka ruang kesejahteraan yang lebih inklusif.
Semarak dari Generasi Muda
Suasana upacara kemudian ditutup dengan penampilan marching band SDN 1 Dekai serta yel-yel Paskibraka Yahukimo.
Kehadiran para pelajar memberikan warna tersendiri. Mereka bukan hanya menjadi peserta, tetapi juga representasi generasi yang kelak meneruskan estafet pembangunan Yahukimo dan Indonesia.
Di tengah denting musik marching band dan semangat para Paskibraka, peringatan HUT ke-81 RI di Yahukimo menemukan maknanya: kemerdekaan bukan hanya cerita tentang masa lalu, melainkan janji yang harus terus dihidupkan melalui persatuan, pengabdian, dan kerja bersama. (LW.ID)

