DAKO PEMEAN, TOLI-TOLI, LenteraWayracana.id |— Di tengah ancaman kemarau dan kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan air, warga Kecamatan Dako Pemean, Kabupaten Toli-Toli, menggelar sholat Istisqa secara serentak di seluruh desa pada Jumat, 11 September 2026.

Salah satu pelaksanaan berlangsung di halaman SMK Negeri 1 Dako Pemean, Dusun Kenari, Desa Galumpang, mulai pukul 07.00 WITA. Bagi masyarakat, ritual keagamaan tersebut bukan sekadar rangkaian ibadah, melainkan ikhtiar spiritual sekaligus refleksi bersama atas kondisi alam yang tengah dihadapi.

Kegiatan tersebut dilaporkan oleh Kapolsek Dako Pemean kepada Kapolres Toli-Toli sebagai bagian dari pemantauan kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polsek Dako Pemean.

Memohon Hujan di Tengah Kemarau
Sholat Istisqa merupakan shalat sunnah muakkadah yang dilaksanakan secara berjamaah untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT ketika terjadi kemarau panjang atau kekeringan.


Di lapangan SMK Negeri 1 Dako Pemean, jamaah berasal dari unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, serta masyarakat Desa Galumpang.
Hadir antara lain Camat Dako Pemean Arhan A. Jacob, S.H., Kapolsek Dako Pemean Ipda Ismail Mappiasse, Kepala KUA Dako Pemean Irwan, S.Ag., Korwil Dinas Pendidikan Dako Pemean Siti Aminah, S.Pd., Sekcam Dako Pemean Moh. Saleh A. Tone, S.E., Kepala SMK Negeri 1 Dako Pemean Mariati, S.Pt., Sekdes Galumpang Arlin, jajaran dewan guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga.
Sholat Istisqa dipimpin Ustadz Darman, S.H. sebagai imam, sementara Ustadz Zulkifli Pabo, S.P. bertindak sebagai khatib.
Tata Cara Sarat Makna
Pelaksanaan sholat Istisqa dilakukan dua rakaat secara berjamaah di tanah lapang dan berlangsung tanpa azan maupun iqamah. Pada rakaat pertama disunnahkan tujuh kali takbir selain takbiratul ihram, sedangkan rakaat kedua lima kali takbir selain takbir ketika bangkit dari sujud.
Bacaan Al-Fatihah dan surah pendek dilantunkan secara jahr. Setelah sholat, khatib menyampaikan khutbah yang mengajak jamaah memperbanyak istighfar, bertaubat, dan memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan.
Pada khutbah kedua, terdapat pula sunnah membalikkan posisi sorban sebagai simbol pengharapan perubahan keadaan, disertai doa dengan mengangkat tangan menghadap kiblat.
Polisi Pastikan Kegiatan Berlangsung Aman
Di tengah kekhidmatan ibadah, personel Polsek Dako Pemean turut melakukan pengamanan. Pengamanan dilakukan untuk memastikan rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 07.45 WITA dalam keadaan aman dan tertib.
Ketika Doa Menjadi Bahasa Bersama
Ada dimensi sosial yang menarik dari pelaksanaan Istisqa di Dako Pemean. Ketika kebutuhan terhadap air menyentuh kehidupan sehari-hari, batas antara ruang pemerintahan, pendidikan, kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat seakan mencair.
Semua desa di Kecamatan Dako Pemean dilaporkan turut melaksanakan sholat Istisqa. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan alam tidak hanya dipandang sebagai persoalan teknis, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan kesadaran kolektif.
Dalam perspektif sosial, sholat Istisqa menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk bersama-sama mengakui keterbatasan manusia di hadapan kekuatan alam. Sementara secara kemasyarakatan, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana nilai keagamaan dapat menjadi energi kolektif ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan ikhtiar bersama.
Di tengah langit yang diharapkan segera berubah dan tanah yang menanti basah, doa menjadi bahasa bersama. Bukan sekadar meminta hujan turun, tetapi juga mengingatkan manusia untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat kepedulian terhadap sumber daya alam. (LW.id)

