NABIRE, LENTERAWAYRACANA.ID — Penguatan pertahanan di Tanah Papua memasuki babak baru dengan hadirnya Kodam XXIX/Mambruk yang bermarkas di Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Pembentukan komando daerah militer ini menjadi bagian dari langkah strategis TNI Angkatan Darat untuk memperkuat organisasi, meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial, serta mendekatkan pelaksanaan tugas kepada masyarakat.
Berdasarkan keterangan Penerangan Kodim 1714/Puncak Jaya, Kodam XXIX/Mambruk merupakan satu dari enam Kodam baru yang disebut diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan HUT ke-81 TNI.
Mayjen TNI Aminton Manurung dipercaya menjadi Pangdam XXIX/Mambruk pertama. Sebelumnya, ia menjabat Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad).
Wilayah tanggung jawab Kodam ini mencakup delapan kabupaten, yakni Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika. Cakupan tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, mengingat karakter geografis dan dinamika sosial setiap daerah memiliki kekhasan yang memerlukan pendekatan terukur.
Secara strategis, kehadiran Kodam baru diharapkan memperkuat koordinasi pertahanan, memperlancar komunikasi dengan pemerintah daerah, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kewilayahan. Namun, keberhasilan pembentukan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur komando, melainkan juga kesiapan personel, dukungan logistik, dan kemampuan memahami kondisi masyarakat.

Dalam perspektif pembinaan teritorial, kedekatan dengan rakyat merupakan unsur penting bagi terciptanya hubungan yang konstruktif antara institusi pertahanan dan masyarakat. Profesionalisme, penghormatan terhadap kearifan lokal, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjalankan mandat tersebut.
Bagi masyarakat Papua Tengah, harapan terhadap keamanan yang lebih baik perlu diwujudkan melalui kinerja nyata dan berkelanjutan. Sebab, keamanan bukan semata persoalan kewilayahan, melainkan juga fondasi bagi aktivitas pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial.
Berdirinya Kodam XXIX/Mambruk dengan demikian menjadi awal dari tanggung jawab kelembagaan yang lebih besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan penguatan organisasi berjalan seiring dengan profesionalisme, pelayanan yang bertanggung jawab, dan terpeliharanya kepercayaan masyarakat. (LW.ID)

