LenteraWayracana.id | Tolitoli, Sulawesi Tengah
OGOTUA — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada produktivitas petani di tingkat desa. Di Desa Ogotua, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, panen jagung di lahan seluas dua hektare menghasilkan sekitar 1,4 ton jagung dalam mendukung program swasembada pangan Kuartal III Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (20/10/2026), sekitar pukul 08.30 WITA, di Dusun IV Desa Ogotua. Bhabinkamtibmas Desa Ogotua, Polsek Dampal Utara, Brigpol M. Sopiyang, bersama Kanit Binmas Aipda Marwan turut hadir mendampingi pemilik lahan, Adam.

Produktivitas Lahan dan Peluang Ekonomi Petani
Berdasarkan data kegiatan, panen dilakukan di lahan milik pribadi Adam dengan luas dua hektare. Hasil panen mencapai kurang lebih 1,4 ton, dengan rencana pemasaran melalui tengkulak dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ogotua. Harga jual yang disebutkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Dengan volume tersebut, nilai penjualan kotor diperkirakan mencapai Rp9,1 juta apabila seluruh hasil panen terjual pada harga tersebut. Nilai ini belum memperhitungkan biaya produksi, tenaga kerja, transportasi, dan pengeluaran lainnya.
Dari perspektif ekonomi pertanian, keberadaan BUMDes sebagai salah satu jalur pemasaran berpotensi memperluas akses pasar bagi petani. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kepastian penyerapan hasil, transparansi harga, serta efisiensi distribusi.
Sinergi Kepolisian dan Ketahanan Pangan
Kehadiran unsur Binmas dan Bhabinkamtibmas mencerminkan dukungan kepolisian terhadap agenda ketahanan pangan di wilayah binaan. Pendampingan semacam ini menjadi bagian dari pendekatan kemitraan antara aparat, masyarakat, dan pelaku usaha desa.
Ketahanan pangan bukan semata-mata persoalan ketersediaan komoditas, melainkan juga menyangkut keberlanjutan produksi, kesejahteraan petani, dan kelancaran rantai pemasaran dari lahan hingga konsumen.
Panen jagung di Ogotua menjadi gambaran konkret kontribusi masyarakat desa dalam mendukung swasembada pangan. Ke depan, peningkatan produktivitas, pendampingan pertanian, dan penguatan peran BUMDes dapat menjadi faktor penting agar hasil panen memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal. (LW.ID)

