TOLITOLI, LENTERAWAYRACANA.ID — Peringatan hari ulang tahun partai politik tidak hanya dapat dimaknai sebagai seremoni organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat itulah yang diusung Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tolitoli melalui kegiatan anjangsana dan berbagi bersama anak-anak Panti Asuhan Siti Khadijah, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Partai Golkar. Dalam agenda itu, jajaran Fraksi Golkar DPRD Tolitoli mengunjungi panti asuhan untuk berbagi dengan sekitar 30 anak yang tinggal dan memperoleh pengasuhan di lembaga tersebut.
Anak-anak penghuni panti berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga balita. Berdasarkan keterangan penyelenggara, sebagian anak tidak lagi memperoleh pengasuhan langsung dari orang tua karena keterbatasan ekonomi dan ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pengasuhan.
Kunjungan tersebut menjadi ruang perjumpaan sosial yang mempertemukan tanggung jawab kemasyarakatan dengan realitas kehidupan anak-anak yang membutuhkan perhatian, perlindungan, dan dukungan untuk menatap masa depan.
Merawat Kepedulian, Menguatkan Harapan Anak

Panti Asuhan Siti Khadijah memiliki perjalanan pengabdian yang dimulai pada 2005. Lembaga ini didirikan oleh almarhumah Ibu Su’ut bin Semit, yang mengawali ikhtiar pengasuhan bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan.
Seiring berjalannya waktu, pengelolaan panti dilanjutkan oleh putranya, Ustaz Fauzi. Keberlanjutan pengelolaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan lembaga sosial yang berupaya mempertahankan pelayanan pengasuhan bagi anak-anak di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
Menurut informasi yang disampaikan penyelenggara, Panti Asuhan Siti Khadijah menjalani verifikasi secara berkala oleh Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli dan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui mekanisme yang berkaitan dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Keberadaan lembaga seperti ini menunjukkan bahwa persoalan pengasuhan anak tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui peran keluarga. Dalam kondisi tertentu, dukungan lembaga sosial, pemerintah, masyarakat, dan berbagai unsur kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih aman bagi tumbuh kembang anak.
HUT Partai dan Makna Tanggung Jawab Sosial
Ketua Fraksi Golkar DPRD Tolitoli, Jemi Yusuf, menyampaikan kegiatan anjangsana tersebut dalam rangka peringatan HUT ke-62 Partai Golkar. Agenda berbagi ini menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial yang diarahkan untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian bersama.
Dalam perspektif sosial, kegiatan berbagi memiliki makna lebih luas daripada penyerahan bantuan material. Kehadiran, komunikasi, dan perhatian terhadap anak-anak dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan sosial, selama dilakukan secara konsisten dan disertai kepedulian yang berkelanjutan.
Namun, ukuran kepedulian sosial tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau momentum peringatan tahunan. Dampak yang lebih mendasar akan terlihat ketika perhatian tersebut berkembang menjadi dukungan berkesinambungan terhadap pendidikan, kesehatan, kebutuhan dasar, perlindungan anak, dan kesempatan mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Bagi lembaga sosial, dukungan masyarakat dapat membantu memperkuat pelayanan. Sementara bagi anak-anak, perhatian yang diberikan secara bermartabat dapat menumbuhkan rasa dihargai dan menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi kehidupan.
Kepedulian yang Perlu Dijaga Keberlanjutannya
Kunjungan Fraksi Golkar DPRD Tolitoli ke Panti Asuhan Siti Khadijah juga menghadirkan refleksi tentang pentingnya kolaborasi dalam menangani persoalan kesejahteraan sosial. Kemiskinan dan keterbatasan pengasuhan merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya lembaga pengasuhan.
Pemerintah daerah, dinas terkait, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kewenangan serta kapasitas masing-masing. Sinergi tersebut diperlukan agar anak-anak memperoleh akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan, dan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.
Dalam konteks itu, kegiatan anjangsana dapat menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan yang lebih berkelanjutan antara organisasi politik dan masyarakat. Komitmen sosial akan semakin bermakna apabila diikuti evaluasi kebutuhan, pendampingan, dan program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Tolitoli pun menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa kehidupan bermasyarakat tidak hanya dibangun melalui gagasan dan kebijakan, tetapi juga melalui kepekaan terhadap sesama.
Di balik dinding panti asuhan, terdapat anak-anak dengan cita-cita, potensi, dan harapan yang layak memperoleh kesempatan yang sama. Mereka bukan sekadar penerima bantuan, melainkan generasi masa depan yang membutuhkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan membangun kehidupan secara bermartabat.
Sebab, nilai sebuah kepedulian tidak semata-mata diukur dari apa yang diberikan hari ini, tetapi juga dari kesungguhan menjaga harapan agar tetap hidup esok hari.
(LW.ID)

