PUNCAK JAYA, LenteraWayracana.id — Harapan masyarakat Kampung Kulok Enggame untuk memiliki akses penyeberangan yang lebih aman kini terwujud. Jembatan Beton Merah Putih Tahap VII ke-2 di Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, resmi digunakan pada Selasa (20/10/2026), membuka akses mobilitas warga sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan.

Penyelesaian jembatan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan menjawab kebutuhan mendasar masyarakat. Sebelumnya, penyeberangan sungai berarus deras menjadi tantangan bagi aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak yang harus menempuh perjalanan menuju sekolah.

Pembangunan dilakukan melalui semangat gotong royong dengan melibatkan prajurit Kodim 1714/Puncak Jaya bersama masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan di wilayah pedalaman membutuhkan kerja bersama, kedekatan sosial, dan pemahaman terhadap kebutuhan warga.

Jembatan Penghubung Pendidikan dan Ekonomi
Kini, keberadaan jembatan memberikan kemudahan bagi anak-anak untuk berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman. Warga juga memperoleh akses yang lebih baik untuk membawa hasil bumi menuju pusat pasar.

Dari perspektif pembangunan wilayah, infrastruktur penghubung memiliki fungsi strategis: mengurangi hambatan mobilitas, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Meski dampak jangka panjangnya memerlukan evaluasi, akses yang lebih baik merupakan fondasi penting bagi pemerataan pembangunan.
Warga Kampung Kulok Enggame menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas program Jembatan Beton Merah Putih serta kepada Kodim 1714/Puncak Jaya yang bekerja bersama masyarakat.
TNI dan Gotong Royong di Tanah Puncak Jaya
Komandan Kodim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, M.Han., menegaskan bahwa pembangunan tersebut mencerminkan kehadiran TNI di tengah masyarakat.
“Kami selalu berada di tengah-tengah rakyat. Pembangunan jembatan ini adalah bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kami adalah TNI yang kuat bersama rakyat—hadir, bekerja, dan bermanfaat untuk rakyat,” ujarnya.
Ia berharap jembatan tersebut terus memberikan manfaat, membawa keberkahan, serta mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Puncak Jaya.
Rampungnya jembatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan bermakna bukan hanya tentang beton yang menghubungkan dua tepian, melainkan juga tentang kesempatan yang terbuka, perjalanan yang lebih aman, dan harapan masyarakat yang kian dekat dengan masa depan. (LW.ID)

