TOLITOLI, LenteraWayracana.id — Upaya memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan aksi nyata di tingkat desa. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 yang dilaksanakan di Dusun Balumbung, Desa Dungingis, Kecamatan Dako Pemean, Kabupaten Tolitoli, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.45 WITA ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, melalui gerakan penanaman jagung secara serentak.

Penanaman dilakukan di atas lahan milik Jamaludin dengan luas satu hektare. Sebanyak 10 kilogram benih jagung disiapkan untuk ditanam, dengan estimasi hasil produksi mencapai lima ton. Masa panen diperkirakan berlangsung pada 10 Februari 2027.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Binmas Polsek Dako Pemean Aiptu Laode Lusri, Bhabinkamtibmas Desa Dungingis Aipda Faizal, Bhabinkamtibmas Desa Kapas Bripka Sawaludin Ebo, serta Bhabinkamtibmas Desa Lingadan Brigpol Nastur. Turut berpartisipasi pemilik lahan Jamaludin bersama para petani jagung Desa Dungingis.

Kolaborasi Aparat dan Petani Menjadi Kekuatan Pangan
Lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam, penanaman jagung ini merepresentasikan pentingnya sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan.

Kehadiran jajaran Bhabinkamtibmas menjadi bagian dari pendekatan pendampingan masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dengan para petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.
Dari perspektif ketahanan pangan, pemanfaatan lahan produktif secara optimal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi daerah. Namun, keberhasilan program tidak berhenti pada proses penanaman. Pemeliharaan tanaman, ketersediaan sarana produksi, pengendalian hama, hingga kepastian pemasaran hasil panen menjadi faktor penentu keberlanjutan.
Lahan satu hektare milik Jamaludin kini menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan swasembada pangan. Harapannya, target produksi lima ton dapat tercapai dan memberikan nilai tambah bagi petani serta masyarakat setempat.


