TOLITOLI, LENTERAWAYRACANA.ID | – Secercah harapan akhirnya menyapa masyarakat adat Suku Lauje yang bermukim di Dusun KM 7 Takudan, Desa Malala, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli. Setelah puluhan anak usia sekolah di kawasan tersebut bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tolitoli bergerak cepat merespons persoalan yang selama ini menjadi potret nyata ketimpangan pelayanan dasar di wilayah terpencil.
Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya, mengambil langkah cepat dengan menugaskan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Badan Pusat Statistik untuk melakukan kunjungan lapangan ke permukiman masyarakat adat tersebut. Tim lintas sektor itu melakukan pendataan, pemeriksaan kesehatan, sekaligus meninjau langsung kondisi 26 anak usia sekolah yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses pendidikan.
Tidak berhenti pada tahap identifikasi persoalan, Pemerintah Kabupaten Tolitoli juga menugaskan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak masyarakat adat Suku Lauje. Di saat yang sama, pelayanan kesehatan dan pendataan administrasi kependudukan turut dilaksanakan sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak dasar warga negara.
Langkah tersebut menjadi ilustrasi bahwa pembangunan tidak semata diukur dari hadirnya infrastruktur fisik, melainkan juga dari kemampuan negara menghadirkan layanan publik hingga menjangkau masyarakat yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Dalam perspektif pembangunan manusia, pendidikan, kesehatan, dan identitas kependudukan merupakan fondasi utama yang menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa depan.
Bagi masyarakat adat Suku Lauje, kehadiran pemerintah bukan sekadar kunjungan administratif. Lebih dari itu, ia menghadirkan pengakuan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, tumbuh sehat, dan memperoleh perlindungan negara tanpa dibatasi oleh kondisi geografis. Di balik angka 26 anak usia sekolah, tersimpan harapan besar agar tidak ada lagi generasi yang kehilangan masa depan hanya karena akses pendidikan belum menjangkau tempat tinggal mereka.

Keberlanjutan program menjadi faktor yang paling menentukan. Penugasan guru, pelayanan kesehatan berkala, serta penguatan administrasi kependudukan perlu dijalankan secara konsisten agar perubahan yang mulai dirintis tidak berhenti sebagai respons sesaat. Pembangunan yang berkelanjutan menuntut kesinambungan kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Secara ilmiah, investasi pada pendidikan dasar memiliki korelasi kuat terhadap peningkatan kualitas hidup, produktivitas masyarakat, serta pengurangan kemiskinan antargenerasi. Karena itu, langkah Pemerintah Kabupaten Tolitoli dapat dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang yang akan menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Bupati Tolitoli beserta perangkat daerah yang telah turun langsung ke Dusun KM 7 Takudan. Ia berharap pelayanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan bagi masyarakat adat Suku Lauje dapat berlangsung secara berkesinambungan sehingga tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan, sekaligus memastikan layanan kesehatan mampu menjangkau masyarakat di kawasan terpencil.
Sumber: Pernyataan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf.(LW.ID)

