LENTERAWAYRACANA.ID | TOLITOLI – Derasnya arus Sungai Tuweley di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Selasa (16/6/2026), nyaris merenggut keselamatan seorang anak berusia tujuh tahun. Peristiwa yang berlangsung cepat itu menjadi potret nyata tentang bagaimana alam dapat berubah dari ruang bermain menjadi ruang ancaman dalam hitungan menit.

Korban diketahui bernama AL GAZALI (7), warga Jalan Rajawali, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan. Bocah tersebut sempat terjebak banjir bandang ketika sedang mandi bersama teman-temannya di kawasan Sungai Tuweley.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 13.30 WITA korban bersama sejumlah rekannya menuju sungai untuk bermain air dan mandi. Situasi awal tampak normal, bahkan cenderung tenang sebagaimana rutinitas anak-anak pesisir yang menjadikan sungai sebagai ruang sosial dan rekreasi alami.

Namun sekitar pukul 14.30 WITA, kondisi berubah drastis. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sungai memicu peningkatan debit air secara tiba-tiba. Fenomena hidrologi tersebut menghadirkan banjir mendadak yang membuat korban tidak mampu menyeberangi sungai.
Dalam konteks kebencanaan, kejadian semacam ini dikenal sebagai flash flood phenomenon, yakni peningkatan debit air secara cepat akibat intensitas curah hujan tinggi di daerah hulu. Situasi ini sering kali datang tanpa peringatan visual yang cukup bagi masyarakat di wilayah hilir.


Mendapat laporan warga, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tuweley, BRIGPOL AMBRAN TRY RAMA, bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Ia kemudian berkoordinasi dengan personel piket Polsek Baolan, BASARNAS, dan BPBD Kabupaten Tolitoli untuk melakukan proses evakuasi.
Di tengah derasnya arus sungai yang berwarna keruh kecokelatan, aparat gabungan menunjukkan refleks kemanusiaan yang tidak sekadar bersifat prosedural, tetapi juga moral. Keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah ancaman alam yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya.
Sekitar 40 menit proses evakuasi berlangsung menegangkan. Dengan penuh kehati-hatian, tim gabungan akhirnya berhasil menyelamatkan korban dan mengevakuasinya ke seberang sungai dalam keadaan selamat.
Setelah proses penyelamatan selesai, korban kemudian diserahkan kepada keluarganya oleh Bhabinkamtibmas Tuweley bersama personel Polsek Baolan AIPTU MAX DILE dan tim BPBD di kediamannya di Jalan Rajawali, Kelurahan Tuweley.
Peristiwa tersebut berakhir sekitar pukul 15.30 WITA dalam keadaan aman dan terkendali.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa sungai bukan hanya lanskap geografis, tetapi juga ruang ekologis yang memiliki dinamika ekstrem. Di balik ketenangan aliran air, tersimpan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi ancaman serius, terlebih pada musim hujan.
Di sisi lain, respons cepat aparat kepolisian, BASARNAS, dan BPBD memperlihatkan pentingnya sinergi lintas institusi dalam mitigasi bencana tingkat lokal. Kehadiran negara melalui aparat di lapangan bukan hanya soal keamanan, melainkan juga tentang menghadirkan rasa kemanusiaan ketika masyarakat berada dalam situasi rentan.
Sementara itu, warga sekitar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas di kawasan sungai, terutama ketika kondisi cuaca di wilayah hulu sedang mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
( LW.ID )
