TOLITOLI, LenteraWayracana.id — Pendidikan santri tidak cukup berhenti pada penguasaan ilmu agama. Kedisiplinan, kepemimpinan, kesiapsiagaan bencana, dan kecintaan terhadap tanah air menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh. Semangat inilah yang diusung TKA-TPA Qurrota A’yun Dapalak melalui Jambore Santri Bela Negara 2026 di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 tersebut dipusatkan di halaman Masjid Nuur Ma’ani, Kompleks BTN Villa Mas Dapalak, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan. Mengangkat tema “Santri Tangguh, Berjiwa Kesatria, Siap Berkontribusi untuk Negeri”, jambore ini sekaligus menyemarakkan Hari Santri Nasional dan Milad ke-6 lembaga pendidikan tersebut.

Membentuk Santri Mandiri dan Tanggap Bencana
Jambore melibatkan unsur Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Pemuda Remaja Masjid, serta santri TKA-TPA Qurrota A’yun Dapalak. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Ashadi, S.Pd., bersama sejumlah unsur pendidikan, kepemudaan, dan masyarakat.
Kepala TKA-TPA Qurrota A’yun Dapalak, Ghufron Arsyah Prawira, menegaskan bahwa perkemahan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wahana pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai keagamaan, wawasan kebangsaan, dan keterampilan sosial.

Menurut Ghufron, peserta juga memperoleh pembekalan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, meliputi pemahaman tindakan sebelum, saat, dan setelah bencana. Pengetahuan tersebut diharapkan membangun respons yang tepat, mengurangi kepanikan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Dari Pendidikan Qur’ani Menuju Pengabdian
Secara substantif, jambore ini mencerminkan pendekatan pendidikan yang menyatukan kecerdasan spiritual dengan kecakapan hidup. Santri tidak hanya diarahkan menjadi pribadi yang memahami ajaran agama, tetapi juga mampu bekerja sama, mengambil keputusan, dan hadir sebagai bagian dari solusi ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.
Momentum tersebut sekaligus menandai enam tahun perjalanan TKA-TPA Qurrota A’yun Dapalak, yang berdiri pada 2 September 2020. Lembaga ini diharapkan terus memperkuat perannya dalam membina generasi Qur’ani yang mandiri, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Melalui Jambore Santri Bela Negara 2026, semangat Hari Santri diharapkan menjelma menjadi tindakan nyata. Sebab, santri yang tangguh bukan hanya mereka yang kokoh dalam iman, melainkan juga yang sigap menolong sesama, menjaga persaudaraan, dan berkontribusi bagi bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (LW.ID)

