BANJARBARU, LenteraWayracana.id – Upaya menekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus diperkuat melalui operasi modifikasi cuaca. TNI Angkatan Udara melalui Lanud Sjamsudin Noor mengerahkan pesawat NC-212 A-2107 dalam tiga sortie penerbangan untuk mendukung penyemaian dry ice di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Selasa (20/10/2026).

Misi tersebut menjadi bagian dari dukungan Satgas Militer Udara Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla. Pelaksanaan operasi dipusatkan melalui Apron Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, dengan dukungan fasilitas pangkalan dan kesiapan personel Lanud Sjamsudin Noor.

Di bawah pengawasan Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., pesawat diterbangkan oleh Mayor Pnb Candra Ary W. Intensitas penerbangan yang ditingkatkan menjadi tiga sortie diarahkan untuk menjangkau titik-titik strategis dengan potensi awan yang mendukung pembentukan hujan.

Penyemaian dry ice merupakan salah satu metode modifikasi cuaca yang bertujuan memengaruhi proses pembentukan kristal es dalam awan pada kondisi atmosfer yang sesuai. Meski demikian, efektivitasnya bergantung pada ketersediaan awan, suhu, kelembapan, serta dinamika atmosfer. Karena itu, operasi membutuhkan perencanaan dan pemantauan meteorologis yang cermat.

Danlanud Sjamsudin Noor menegaskan bahwa kesiapan fasilitas, personel, dan dukungan operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran misi udara tersebut. Seluruh unsur pangkalan diarahkan untuk mendukung pelaksanaan penerbangan secara terkoordinasi, presisi, dan tepat sasaran.

“Lanud Sjamsudin Noor berdiri terdepan untuk menyukseskan seluruh agenda operasi penerbangan yang berpusat di Apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” tegasnya.
Secara strategis, peningkatan sortie mencerminkan intensifikasi dukungan udara terhadap mitigasi karhutla. Namun, keberhasilan operasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah penerbangan, melainkan juga oleh kesesuaian kondisi atmosfer dan evaluasi hasil penyemaian.
Di tengah ancaman karhutla yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat, operasi ini menjadi bagian dari ikhtiar lintas unsur untuk mengurangi risiko bencana. Langkah tersebut diharapkan membantu mendukung pengendalian karhutla di Kalimantan secara terukur dan berkelanjutan. (LW.ID)

