Lenterawayracana.id | TOLITOLI – Pemerintah Kabupaten Tolitoli menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati Tolitoli, Senin (1/6/2026), mulai pukul 07.45 WITA. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai dasar negara yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Bupati Tolitoli Mohammad Besar Bantilan. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Lettu Laut (P) Ibnu Mas’ud dan Perwira Upacara Kapten Laut (POM) Suhartono.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodim 1305/Buol-Tolitoli Letkol Inf Ariyanto Rolando, S.IP., Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tolitoli Letkol Laut (P) A.R. Gazali, Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K., Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli Ibnu Firman Ide Amin, S.H., Sekretaris Kabupaten Mohammad Asrul Bantilan, S.Sos., Asisten I Muhammad Dzikron, S.H., M.Si., Asisten II Mukti, S.T., Camat Baolan Andi Irmayanti, S.Pt., M.Si., serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Tolitoli.
Susunan pasukan upacara terdiri atas satu SST Kodim 1305/BT, satu SST Lanal Tolitoli, satu SST Brimob, satu SST Satpol PP, satu SST Dinas Perhubungan, satu SST ASN, satu SST pelajar, serta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Angkatan Tahun 2025.
Dalam amanat yang dibacakan Inspektur Upacara, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan membimbing perjalanan bangsa Indonesia.
Tema yang diangkat tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, mencerminkan peran strategis Pancasila tidak hanya sebagai perekat keberagaman nasional, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia dalam membangun perdamaian global yang berkelanjutan.

Secara sosiologis, Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis hidup dalam satu bingkai kebangsaan. Dalam konteks tersebut, Pancasila menjadi instrumen integrasi sosial yang terbukti mampu menjaga kohesi nasional di tengah dinamika perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta tantangan geopolitik internasional.
Pidato Kepala BPIP juga menegaskan bahwa Pancasila berfungsi sebagai “jangkar moral” bangsa dalam menghadapi berbagai ketidakpastian global. Nilai-nilai gotong royong, musyawarah, keadilan sosial, dan kemanusiaan menjadi modal penting dalam memperkuat daya tahan bangsa menghadapi disrupsi yang terus berkembang.
Indonesia, menurut amanat tersebut, bukan sekadar menjadi penonton dalam percaturan dunia internasional. Amanat Pembukaan UUD 1945 menempatkan bangsa Indonesia sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Oleh karena itu, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam diplomasi internasional menjadi salah satu kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia.
Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat. Barisan pelajar yang berdiri tegap di bawah terik matahari pagi menjadi gambaran estafet nilai kebangsaan kepada generasi muda. Di sisi lain, kehadiran unsur TNI, Polri, ASN, dan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa Pancasila tetap menjadi titik temu yang menyatukan seluruh komponen bangsa tanpa memandang latar belakang sosial, budaya, maupun profesi.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Tolitoli menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga nilai-nilai ideologis yang menjadi identitas nasional. Dalam konteks itulah, Pancasila tetap relevan sebagai pedoman moral, sumber inspirasi, dan fondasi dalam membangun Indonesia yang maju, berdaulat, serta berkontribusi bagi perdamaian dunia.
(LW.id)
