Jakarta, LenteraWayracana.id | – Sebanyak 175 prajurit Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda XX-V MONUSCO kembali menginjakkan kaki di Tanah Air setelah menuntaskan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo. Kepulangan mereka bukan sekadar akhir dari sebuah penugasan, melainkan penegasan bahwa Indonesia terus memainkan peran strategis dalam membangun stabilitas dan perdamaian global melalui diplomasi pertahanan yang berlandaskan semangat kemanusiaan.
Upacara penyambutan yang berlangsung di Lapangan Apel B-3 Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2026), dipimpin Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayor Jenderal TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P., mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Komandan PMPP TNI, disampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, disiplin, dan profesionalisme seluruh personel Satgas Kizi selama menjalankan mandat PBB. Keberhasilan menyelesaikan setiap tugas dengan capaian kinerja yang terus meningkat menjadi indikator bahwa kualitas prajurit TNI mampu memenuhi standar operasi internasional sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
Keberadaan Kontingen Garuda dalam berbagai misi perdamaian PBB selama puluhan tahun merupakan manifestasi nyata politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Di tengah kompleksitas konflik bersenjata, kehadiran prajurit TNI menjadi simbol harapan, membangun kembali infrastruktur, membuka akses kemanusiaan, sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak konflik.
Dari perspektif pertahanan modern, operasi pemeliharaan perdamaian bukan hanya menguji kemampuan teknis prajurit, tetapi juga mengasah kecakapan diplomasi, adaptasi budaya, kepemimpinan, hingga kemampuan bekerja dalam lingkungan multinasional. Pengalaman tersebut menjadi modal strategis yang akan memperkuat profesionalisme TNI dalam menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks.

Panglima TNI juga menginstruksikan seluruh personel agar segera melaksanakan konsolidasi, mengikuti prosedur karantina kesehatan sesuai ketentuan, serta mentransformasikan pengalaman selama penugasan menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
Momentum kepulangan para penjaga perdamaian itu menghadirkan kisah humanis tentang prajurit yang kembali berkumpul dengan keluarga setelah berbulan-bulan mengemban amanah negara di wilayah konflik. Di balik seragam loreng yang penuh disiplin, tersimpan pengorbanan, keteguhan, dan semangat kemanusiaan yang menjadi fondasi pengabdian mereka.
Upacara penyambutan turut dihadiri Wakil Inspektur Jenderal TNI, para pejabat Mabes TNI, jajaran PMPP TNI, serta pejabat terkait sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XX-V MONUSCO dalam mengemban mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Keberhasilan misi ini kembali menegaskan bahwa kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia bukan sekadar komitmen normatif, melainkan implementasi nyata amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Sumber: Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI)
Autentikasi: Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Inf Dedi Akhiruddin, S.A.P., M.Han.(LW.ID)

