LENTERAWAYRACANA.ID — JAKARTA. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menutup Turnamen Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 di Gedung Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (23/10/2026). Kompetisi yang melibatkan 16 Komando Daerah Militer (Kodam) dari seluruh Indonesia ini menjadi ruang aktualisasi kemampuan digital prajurit sekaligus memperkuat disiplin, sportivitas, dan solidaritas di lingkungan TNI.

Kompetisi Digital, Semangat Kebangsaan
Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada peserta dan panitia atas terselenggaranya turnamen dengan baik. Ia menegaskan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, sebab setiap peserta telah menunjukkan keberanian berkompetisi dan semangat memberikan yang terbaik.

“Menang, juara, semuanya juga sudah menjadi pemenang, hanya urutannya saja yang berbeda,” ujar Agus Subiyanto.
Pesan tersebut mengandung makna lebih luas daripada sekadar seremoni penutupan. Di tengah kompetisi yang menuntut strategi, kecepatan mengambil keputusan, dan koordinasi tim, nilai sportivitas menjadi fondasi penting untuk menjaga persaudaraan di atas perbedaan hasil pertandingan.

Berdasarkan hasil perlombaan, Kodam XVII/Cenderawasih berhasil meraih juara pertama, disusul Kodam V/Brawijaya sebagai juara kedua dan Kodam II/Sriwijaya di posisi ketiga. Sementara itu, penghargaan Most Valuable Player (MVP) diberikan kepada Ahmad Juan Syahwadi dari Kodam II/Sriwijaya atas performanya dalam kompetisi.

Esports sebagai Ruang Pengembangan Prajurit
Esports bukan semata-mata permainan berbasis teknologi. Dalam kompetisi terorganisasi, aktivitas ini menuntut konsentrasi, kecermatan membaca situasi, pengendalian emosi, serta kemampuan bekerja sama. Unsur-unsur tersebut menjadi relevan dalam membangun karakter kompetitif yang tetap berlandaskan disiplin dan tanggung jawab.

Namun, pengembangan esports di lingkungan militer juga perlu diimbangi pembinaan yang terarah, penggunaan teknologi secara bijak, serta keseimbangan antara kompetensi digital dan tugas utama keprajuritan.
Turnamen ini diharapkan menjadi momentum memperluas ruang pembinaan esports di lingkungan TNI. Lebih dari perebutan gelar juara, kompetisi tersebut menyampaikan pesan bahwa prestasi terbaik bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium tertinggi, melainkan juga tentang kemampuan menjaga kehormatan, menghargai lawan, dan merawat kebersamaan. (LW.ID)

