Halmahera Timur, KenteraWayracana.id – Harapan masyarakat Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, untuk memperoleh akses air bersih yang lebih layak terus diupayakan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore.
Pada Sabtu (1/8/2026), personel Satgas TMMD ke-129 bersama warga kembali bergotong royong mempercepat pembangunan sumur bor yang menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD di desa tersebut.
Di tengah aktivitas pembangunan, terlihat hubungan yang tidak berjarak antara prajurit dan masyarakat. Tenaga, waktu, serta semangat mereka berpadu dalam satu pekerjaan yang sederhana secara fisik, tetapi memiliki arti fundamental bagi kehidupan sehari-hari: menghadirkan sumber air bersih yang dapat diakses masyarakat.
Bagi sebagian orang, air mungkin merupakan sesuatu yang hadir begitu saja ketika keran dibuka. Namun bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air bersih, kehadiran sumur bor bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Ia adalah jawaban atas kebutuhan dasar sekaligus harapan untuk memperbaiki kualitas kehidupan.
Dan SSK TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore, Kapten Inf Fardi Ruslan, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan agar masyarakat dapat segera merasakan manfaat fasilitas tersebut.

«“Kami terus kebut pekerjaan pembangunan sumur bor ini sehingga secepatnya masyarakat dapat menikmati air bersih yang telah bertahun-tahun mereka nantikan. Ini merupakan salah satu sasaran penting dalam program TMMD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fardi.»
Menurutnya, pembangunan sumur bor diharapkan mampu menjadi solusi atas keterbatasan akses air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat Desa Bokimaake.
Secara sosial, pembangunan tersebut juga memperlihatkan wajah lain dari pelaksanaan TMMD. Pembangunan tidak semata-mata dimaknai sebagai pengerjaan konstruksi, melainkan sebagai proses membangun daya hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar.
Semangat gotong royong yang terbangun antara personel TNI dan warga menjadi modal sosial yang memperkuat proses tersebut. Ketika pekerjaan dilakukan secara bersama, sekat antara pelaksana dan penerima manfaat seakan mencair; yang tersisa adalah kepentingan bersama untuk menghadirkan fasilitas yang berguna bagi kehidupan warga.
Fardi menambahkan, seluruh pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaat sumur bor tersebut segera dirasakan masyarakat secara luas.
“Dengan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh warga,” pungkasnya.
Jika pembangunan ini rampung dan sumber air dapat dimanfaatkan sebagaimana yang diharapkan, maka sebuah pekerjaan fisik akan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih substansial: akses terhadap air bersih, peningkatan kualitas hidup, dan tumbuhnya optimisme masyarakat Desa Bokimaake.
Program TMMD pun kembali menunjukkan bahwa pembangunan dari tingkat desa dapat menyentuh persoalan paling elementer dalam kehidupan masyarakat. Sebab, kemajuan tidak selalu bermula dari proyek besar; terkadang ia hadir dari sebuah sumur yang mampu mengubah keseharian warga.
Sumber: Pen Kodim 1505/Tidore (LW.ID)

