Halmahera Timur, LenteraWayracana.id | — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore resmi berakhir. Namun, penutupan program pembangunan lintas sektoral tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya masa penugasan Satgas, melainkan sebuah titik refleksi atas proses panjang membangun desa melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat.
Upacara penutupan TMMD ke-129 digelar di Desa Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (13/8/2026). Momentum tersebut dihadiri Bupati Halmahera Timur, Direksi PT ANTAM, Kasrem 152/Baabullah, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Polres Halmahera Timur, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan.
Bertindak sebagai inspektur upacara, mewakili Danrem 152/Baabullah, Kasrem 152/Baabullah Kolonel Arh Hendra Roza, S.I.P., M.Han. Dalam prosesi tersebut, Dandim 1505/Tidore selaku Dansatgas TMMD ke-129 memaparkan progres sekaligus capaian pembangunan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan.
Penutupan itu sekaligus menjadi semacam “ruang evaluasi” terbuka bahwa pembangunan desa tidak selalu harus dimaknai dalam ukuran beton, jalan, bangunan, atau fasilitas fisik semata. Di balik setiap sasaran pembangunan, terdapat dimensi sosial yang jauh lebih fundamental: tumbuhnya kepercayaan, gotong royong, partisipasi, dan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan di wilayahnya.
Dari Pembangunan Fisik hingga Pemberdayaan Masyarakat
TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore dilaksanakan sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Selama kurun waktu tersebut, personel Satgas bersama pemerintah daerah dan masyarakat bergerak menyelesaikan berbagai sasaran fisik maupun nonfisik yang telah diprogramkan.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang dibacakan Kasrem 152/Baabullah, disampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para gubernur, bupati, wali kota beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap penyelenggaraan TMMD, termasuk melalui dukungan anggaran APBD.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh personel Satgas TMMD, pemerintah daerah, instansi terkait, mitra TNI AD, serta masyarakat yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan dukungan sehingga seluruh sasaran kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu, aman, tertib, dan lancar.
Kasad menegaskan bahwa TMMD merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat melalui pendekatan lintas sektoral. Program tersebut dipertahankan dari tahun ke tahun karena orientasinya tidak berhenti pada penyelesaian sasaran pembangunan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan taraf kesejahteraan masyarakat.
Jika dilihat secara lebih luas, pendekatan semacam ini memperlihatkan bahwa pembangunan berbasis masyarakat memiliki daya ungkit yang tidak hanya bersifat material. Ketika masyarakat dilibatkan secara langsung, pembangunan memiliki peluang lebih besar untuk dirawat, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Gotong Royong Menjadi Energi Pembangunan
Salah satu gambaran paling kuat dalam pelaksanaan TMMD ke-129 adalah keterlibatan masyarakat. Prajurit dan warga bekerja berdampingan dalam suasana gotong royong.
Kehadiran prajurit di tengah masyarakat menciptakan interaksi sosial yang tidak berjarak. Seragam militer yang biasanya identik dengan tugas pertahanan berubah menjadi simbol pengabdian ketika para prajurit turun langsung membantu masyarakat membangun lingkungan tempat mereka tinggal.
Di titik inilah substansi TMMD menemukan relevansinya. Pembangunan bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi juga tentang bagaimana proses tersebut mampu mempertemukan berbagai unsur dalam satu kepentingan bersama.
Bagi masyarakat Wasile Tengah, kehadiran Satgas TMMD setidaknya meninggalkan pengalaman sosial bahwa keterbatasan dapat dihadapi dengan kerja kolektif. Semangat tersebut menjadi modal sosial yang nilainya tidak mudah dihitung dengan angka.
Penutupan Bukan Akhir Pengabdian
Berakhirnya TMMD ke-129 tidak serta-merta berarti berakhir pula semangat pengabdian di tengah masyarakat. Justru setelah Satgas meninggalkan lokasi, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.
Karena pembangunan yang baik bukan hanya menghasilkan sesuatu yang selesai secara fisik, tetapi juga melahirkan kesadaran untuk menjaga apa yang telah dibangun.
Dalam perspektif pembangunan masyarakat, keberlanjutan merupakan indikator penting keberhasilan sebuah program. Infrastruktur akan kehilangan makna apabila tidak dirawat, sementara fasilitas sosial akan kehilangan fungsi apabila tidak dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, penutupan TMMD seyogianya dibaca sebagai awal dari fase baru: masyarakat mengambil peran lebih besar untuk menjaga hasil pembangunan, sementara hubungan kemitraan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat tetap dipelihara.
Kepedulian Sosial Menutup Rangkaian TMMD
Usai upacara penutupan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sembako gratis kepada warga penerima manfaat, pemberian bingkisan kepada anak stunting, serta pelaksanaan sunatan massal.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa spektrum pengabdian TMMD tidak hanya menyentuh pembangunan infrastruktur, tetapi juga aspek kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Di balik pembagian sembako, bingkisan, dan pelayanan sosial tersebut terdapat pesan sederhana namun substantif: pembangunan harus memiliki wajah manusia. Kemajuan tidak semata-mata diukur dari berdirinya sebuah bangunan, melainkan juga dari sejauh mana masyarakat merasa diperhatikan, dilibatkan, dan mendapatkan manfaat.
Pada akhirnya, TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore meninggalkan sebuah narasi tentang kebersamaan. Narasi bahwa desa dapat tumbuh ketika pemerintah, TNI, mitra pembangunan, dan masyarakat berjalan dalam satu irama.
Penutupan TMMD boleh menjadi akhir kalender penugasan, tetapi semangat kemanunggalan TNI dan rakyat semestinya terus hidup. Sebab pembangunan yang paling berharga bukan hanya yang tampak oleh mata, melainkan yang mampu menumbuhkan harapan dan menggerakkan masyarakat untuk melanjutkan perubahan dengan kekuatan mereka sendiri.(LW.ID)

