PINRANG – LenteraWayracana.id | Di tengah denyut pembangunan pedesaan yang terus digelorakan, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1404/Pinrang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Salah satu sasaran tambahan yang kini terus dipercepat adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Lingkungan Libukang, Kelurahan Tiroang, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Kamis (23/7/2026).

Bagi sebagian orang, rumah hanyalah bangunan fisik. Namun bagi keluarga penerima manfaat, rumah merupakan ruang kehidupan yang menjadi fondasi tumbuhnya rasa aman, martabat, dan harapan. Karena itu, rehabilitasi RTLH dalam program TMMD tidak sekadar memperbaiki dinding, atap, atau lantai, melainkan juga merekonstruksi kualitas hidup masyarakat dari aspek sosial, psikologis, hingga kemanusiaan.

Di lokasi pekerjaan, personel Satgas TMMD bersama warga tampak bekerja tanpa sekat. Irama ayunan palu, suara adukan semen, hingga semangat gotong royong menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak pernah lahir dari kerja individu, melainkan dari kolaborasi yang dilandasi kepedulian.

Pendekatan semacam ini mencerminkan filosofi dasar TMMD sebagai program lintas sektoral yang memadukan pembangunan fisik dengan pembangunan sosial. Dalam perspektif pembangunan masyarakat, kehadiran TNI bukan hanya sebagai institusi pertahanan negara, tetapi juga sebagai katalisator yang memperkuat kohesi sosial dan mempercepat pemerataan kesejahteraan di wilayah.

Secara deskriptif, progres rehabilitasi RTLH terus menunjukkan perkembangan positif. Berbagai tahapan pengerjaan dikebut agar rumah yang direnovasi dapat segera dihuni dengan kondisi yang lebih layak, aman, dan sehat. Percepatan tersebut dilakukan melalui kerja kolektif antara personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat yang tetap menjaga semangat gotong royong sebagai identitas budaya bangsa.


Dari sudut pandang human interest, pembangunan rumah ini memiliki makna emosional yang mendalam. Sebuah hunian yang sebelumnya kurang layak secara perlahan berubah menjadi tempat yang mampu menghadirkan kenyamanan dan rasa optimisme bagi penghuninya. Perubahan tersebut menjadi simbol bahwa negara hadir melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Koordinator Lapangan TMMD Ke-129, Pasiter Kodim 1404/Pinrang Kapten Arh Maslam, mengatakan rehabilitasi RTLH diharapkan selesai sesuai target sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat penerima bantuan.
“Melalui program TMMD ini, kami berharap rumah yang direhabilitasi menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat. Semoga hasil pembangunan ini dapat meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat serta memperkuat semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat,” ujarnya.
Keberhasilan pembangunan RTLH dalam program TMMD sejatinya menjadi indikator bahwa pembangunan nasional tidak hanya diukur dari besarnya proyek infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan mampu menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ketika sebuah rumah berhasil diperbaiki, yang sesungguhnya sedang dibangun adalah masa depan keluarga, ketahanan sosial, serta optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih bermartabat.
(Mamad)

