Halmahera Timur, LenteraWayracana.id | – Derap langkah prajurit TNI dan warga kembali berpadu dalam satu irama pengabdian. Di sela-sela pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1505/Tidore, semangat kolektif itu terwujud melalui aksi gotong royong membersihkan saluran air di Desa Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas membersihkan lingkungan, melainkan representasi nyata dari paradigma pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama perubahan. Sinergi antara Satgas TMMD dan warga memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran sosial untuk menjaga ruang hidup bersama.
Sejak pagi, personel Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong mengangkat endapan lumpur, membersihkan rumput liar, hingga mengevakuasi sampah yang menyumbat saluran drainase. Aktivitas sederhana tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga kelancaran aliran air, meminimalkan potensi genangan, sekaligus mengurangi risiko banjir ketika curah hujan meningkat.
Pemandangan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menghadirkan pesan humanis bahwa budaya gotong royong masih menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam pembangunan pedesaan. Hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat tampak terbangun melalui kerja bersama, tanpa sekat maupun perbedaan.
Komandan SSK TMMD Ke-129 Kodim 1505/Tidore, Kapten Inf Fardi Ruslan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari sasaran tambahan TMMD yang diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

«”Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Kebersihan selokan sangat penting agar aliran air tetap lancar dan lingkungan menjadi sehat serta nyaman,” ujarnya.»
Secara ilmiah, kebersihan saluran drainase merupakan salah satu indikator penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Saluran air yang terpelihara mampu mengurangi potensi berkembangnya bibit penyakit, memperbaiki sanitasi lingkungan, sekaligus menjaga kualitas ekosistem permukiman. Karena itu, langkah preventif seperti gotong royong memiliki manfaat jangka panjang yang jauh melampaui pekerjaan fisik yang terlihat di lapangan.
Program TMMD sendiri terus menunjukkan transformasinya sebagai instrumen pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat karakter masyarakat melalui edukasi, kepedulian lingkungan, dan penguatan budaya kebersamaan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang mandiri, sehat, dan berdaya saing.
Melalui aksi sederhana namun sarat makna ini, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1505/Tidore kembali membuktikan bahwa pengabdian TNI tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi katalisator lahirnya solidaritas sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat desa.
Sumber: Pendim 1505/Kodim 1505 Tidore.(LW.ID)

