HALMAHERA TIMUR, LenteraWayracana.id | – Upaya membangun bangsa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. Kesadaran inilah yang menjadi landasan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore dalam menggelar penyuluhan bahaya narkoba bagi para pelajar SMA Negeri 6 Halmahera Timur, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Senin (27/7/2026).
Program nonfisik TMMD tersebut menjadi manifestasi bahwa pembangunan nasional sejatinya bertumpu pada dua pilar yang saling melengkapi, yakni pembangunan fisik dan pembangunan karakter. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, ancaman penyalahgunaan narkotika menjadi persoalan multidimensional yang dapat menggerus kualitas generasi muda sekaligus mengancam ketahanan sosial bangsa.
Kegiatan penyuluhan dihadiri Danramil 1505-03/Maba Kapten Inf. Stenly, Dan SSK TMMD Kapten Inf. Fardi Ruslan, tenaga kesehatan dari Puskesmas Lolobata, Ubay selaku narasumber, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 6 Halmahera Timur, Ludia Rita Nyonyie.
Dalam paparannya, Ubay menjelaskan berbagai jenis narkoba beserta dampak destruktifnya terhadap kesehatan fisik, psikologis, hingga fungsi sosial seseorang. Ia juga menguraikan konsekuensi hukum yang mengikat setiap bentuk penyalahgunaan narkotika, sekaligus mengingatkan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkoba.
Dengan pendekatan ilmiah populer yang mudah dipahami, para siswa diajak mengenali berbagai modus penyebaran narkoba yang kini semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pola pergaulan remaja. Edukasi tersebut menjadi bekal penting agar para pelajar memiliki kemampuan literasi sosial dalam mengidentifikasi sekaligus menolak setiap bentuk ajakan yang berpotensi menjerumuskan mereka.

Lebih dari sekadar penyampaian materi, penyuluhan ini menghadirkan ruang dialog yang membangun. Para pelajar tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai bahaya narkoba, strategi pencegahan, hingga cara menjaga diri dari pengaruh lingkungan yang negatif.
Secara deskriptif, suasana kegiatan mencerminkan sinergi yang harmonis antara TNI, tenaga kesehatan, dan institusi pendidikan dalam membangun ekosistem sekolah yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi investasi sosial yang bernilai strategis dalam membentuk generasi yang tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dari perspektif analitis, penyuluhan bahaya narkoba merupakan instrumen preventif yang memiliki daya ungkit besar terhadap pembangunan manusia. Ketika generasi muda dibekali pemahaman yang memadai mengenai risiko narkotika sejak usia sekolah, maka peluang lahirnya masyarakat yang produktif, sehat, dan berdaya saing akan semakin terbuka. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah seseorang terjerat penyalahgunaan.
Pendekatan human interest dalam kegiatan ini tampak melalui perhatian Satgas TMMD terhadap masa depan para pelajar. Mereka tidak hanya dipandang sebagai peserta didik, tetapi sebagai aset bangsa yang kelak memegang estafet kepemimpinan nasional. Karena itu, menjaga mereka dari ancaman narkoba berarti menjaga harapan Indonesia di masa depan.
Melalui program nonfisik TMMD ke-129, Kodim 1505/Tidore kembali menegaskan bahwa pengabdian TNI tidak berhenti pada pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum, melainkan juga hadir membangun benteng moral, karakter, dan kesadaran generasi muda sebagai fondasi utama ketahanan nasional.(LW.ID)

