Tolitoli – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Tolitoli melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan sekaligus renovasi Perpustakaan Desa Labuan Lobo, Kecamatan Ogodeide, Rabu (11/2/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan literasi masyarakat berbasis desa.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli, Ibnu Firman Ide Amin, S.H., didampingi Ketua IAD Daerah Tolitoli, Ny. Lies Mariana Ibnu, serta dihadiri jajaran pejabat struktural dan anggota IAD.
Dalam pelaksanaannya, renovasi dilakukan secara menyeluruh pada bagian interior perpustakaan guna menciptakan ruang baca yang representatif dan nyaman. Adapun pekerjaan renovasi yang dilaksanakan meliputi pemasangan plafon baru untuk meningkatkan keamanan dan estetika ruangan, pengecatan ulang dinding guna menghadirkan suasana yang lebih cerah dan kondusif, serta penataan ulang ruang baca agar lebih fungsional.
Selain renovasi fisik, Kejari dan IAD Daerah Tolitoli juga menyalurkan bantuan berupa buku bacaan serta karpet untuk menunjang kenyamanan pengunjung, khususnya anak-anak dan pelajar desa. Secara konseptual, perbaikan infrastruktur literasi ini sejalan dengan pendekatan pembangunan berbasis human capital, di mana akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Intelijen Sugandhi, S.H., M.H., Kasi Pidsus Imran Adiguna, S.H., M.H., Kacab Ogotua Andrian Dwi Saputra, S.H., Kacab Laulalang Noviar Rizaly, S.H., beserta jajaran IAD Daerah Tolitoli.

Kepala Desa Labuan Lobo, Bassir Abbas, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi yang diberikan. Menurutnya, renovasi yang dilakukan membuat perpustakaan desa menjadi lebih layak dan menarik bagi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan serta renovasi yang dilaksanakan. Ini sangat berarti bagi masyarakat kami dalam meningkatkan minat dan budaya membaca,” ujarnya.
Sementara itu, Kajari Tolitoli menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian institusi terhadap penguatan budaya literasi di tingkat akar rumput. Kajari berharap Perpustakaan Desa Labuan Lobo dapat berfungsi optimal sebagai pusat pembelajaran masyarakat (community learning center) yang inklusif dan berkelanjutan.
(LWM.id)
