LENTERAWAYRACANA.ID | TOLI-TOLI – Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah (KKDST) menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan pada 16 Juni 2026. Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BPP KKDST, Ustadz Alimuddin, SE, sebagai refleksi spiritual sekaligus ajakan moral kepada masyarakat untuk menjadikan momentum hijrah sebagai titik transformasi kehidupan sosial dan keumatan.

Dalam narasi peradaban Islam, pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender temporal, melainkan penanda historis tentang perjalanan hijrah Rasulullah SAW yang sarat dengan nilai perjuangan, keteguhan iman, dan rekonstruksi tatanan sosial berbasis keadaban. Di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, spirit hijrah dinilai tetap relevan sebagai energi etik dalam membangun masyarakat yang inklusif, religius, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Ketua BPP KKDST, Ustadz Alimuddin, SE, menegaskan bahwa Tahun Baru Islam harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni simbolik. Menurutnya, 1 Muharram merupakan ruang kontemplatif bagi umat untuk melakukan evaluasi diri, memperkuat ukhuwah, serta memperteguh integritas moral di tengah arus modernitas yang sering kali menghadirkan krisis nilai.
“Hijrah adalah perpindahan dari stagnasi menuju kemajuan, dari keterpecahan menuju persatuan, serta dari kegelapan moral menuju cahaya peradaban,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan sebuah perspektif intelektual bahwa agama tidak hanya hadir dalam dimensi ritualistik, tetapi juga menjadi fondasi etik dalam membangun harmoni sosial. Dalam konteks masyarakat Sulawesi Tengah yang plural dan dinamis, pesan hijrah mengandung dimensi humanistik yang kuat: mempererat solidaritas sosial, memperkuat kepedulian kemanusiaan, dan menjaga kohesi budaya lokal dalam bingkai keislaman yang moderat.
Secara sosiologis, momentum Tahun Baru Islam juga menjadi ruang rekonstruksi identitas kolektif masyarakat. Tradisi memperingati 1 Muharram bukan hanya mempertahankan memori historis umat, tetapi juga menjadi instrumen kultural dalam menanamkan nilai-nilai spiritual kepada generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi dan pragmatisme global.


Di sisi lain, ucapan yang disampaikan BPP KKDST mengandung pesan human interest yang menyentuh dimensi emosional masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat, pesan damai dan harapan pada Tahun Baru Islam menjadi semacam “oase spiritual” yang meneduhkan batin publik. Ada harapan agar tahun baru ini menjadi awal kebangkitan moral, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan persaudaraan antarsesama.
Secara filosofis, hijrah bukan hanya perpindahan geografis, tetapi metamorfosis kesadaran. Ia adalah perjalanan batin menuju kualitas kemanusiaan yang lebih luhur. Karena itu, semangat 1 Muharram 1448 H sejatinya mengajarkan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kualitas moral dan kedewasaan spiritual masyarakatnya.
Melalui momentum ini, BPP KKDST mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperkuat nilai religiusitas, memperkokoh persatuan, serta membangun optimisme kolektif demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, berkeadaban, dan bermartabat.
(Sumber: BPP Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah/KKDST)
(LW.ID)
