HALMAHERA TIMUR,
LenteraWayracana.id – Di sebuah desa yang selama bertahun-tahun bergulat dengan keterbatasan air bersih, senyum warga akhirnya kembali merekah. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1505/Tidore menghadirkan secercah harapan melalui keberhasilan pengeboran sumur bor yang menghasilkan sumber air tawar layak konsumsi di Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Minggu (26/7/2026).

Keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian teknis dalam pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, hadirnya air bersih merupakan transformasi sosial yang menyentuh dimensi paling mendasar dalam kehidupan manusia. Air, yang selama ini menjadi simbol kelangkaan dan perjuangan, kini berubah menjadi representasi harapan, kesehatan, dan masa depan yang lebih bermartabat.

Usai proses pengeboran selesai, personel Satgas TMMD langsung melakukan penyedotan menggunakan pompa guna membersihkan sisa lumpur dan material tanah dari dalam sumur. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas air yang dihasilkan benar-benar jernih, higienis, dan aman dimanfaatkan masyarakat.

Pemandangan penuh makna pun tersaji di sekitar lokasi pengeboran. Seorang warga tampak menampung air yang keluar dari pompa ke dalam jeriken untuk digunakan mencuci dan mandi. Dengan wajah yang memancarkan rasa syukur, ia mengungkapkan bahwa sumber air tersebut menjadi jawaban atas kesulitan yang selama ini mereka alami.
“Air ini sangat berarti bagi kami. Selama ini kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah membantu kami,” ungkap salah seorang warga.
Momen yang paling menyentuh terlihat ketika anak-anak desa berlarian menikmati air yang dipompa dari sumur bor. Tawa mereka seolah menjadi metafora bahwa pembangunan sejatinya tidak hanya diukur melalui beton dan baja, melainkan juga melalui kebahagiaan yang mampu dihadirkan bagi masyarakat.

Selama bertahun-tahun, warga Desa Bokimaake mengandalkan air hujan sebagai sumber utama kebutuhan rumah tangga. Ketika musim kemarau datang, mereka harus berjalan sekitar 700 meter menuju sumur untuk mendapatkan air, sebuah rutinitas yang menyita tenaga sekaligus waktu produktif masyarakat.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, penyediaan akses air bersih merupakan investasi sosial yang memiliki dampak multidimensional. Air bersih berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, mendukung sanitasi yang lebih baik, mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan, sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi warga. Dengan demikian, pembangunan sumur bor melalui TMMD memiliki nilai strategis yang jauh melampaui fungsi fisiknya.
Program TMMD Ke-129 membuktikan bahwa pembangunan berbasis kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menjawab persoalan nyata di daerah. Filosofi kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak berhenti sebagai slogan institusional, tetapi diwujudkan dalam aksi konkret yang menyentuh kebutuhan paling esensial masyarakat.
Keberhasilan menghadirkan sumber air bersih di Desa Bokimaake menjadi ilustrasi bahwa pembangunan nasional sesungguhnya bertumbuh dari desa. Ketika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, maka fondasi kesejahteraan, kesehatan, dan ketahanan sosial akan semakin kokoh. Air yang kini mengalir dari sumur bor itu bukan sekadar memenuhi dahaga, melainkan juga mengalirkan optimisme bahwa negara hadir melalui pengabdian TNI untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat. (LW.id)

